Kayla Belajar Online

0
168

Kolom Zaenal Abidin

Kayla mulai belajar secara online sejak masuk SD Daar El Salam TA 2020/2021. Saat itu semua teman mainnya belajar di rumah secara online, kecuali yang masih TK, seperti salah satu sahabat sejatinya, adik Achi yang masih di kelas B TK Azzahra. Achi belajar dengan cara mengejakan tugas sekolah di rumah kemudian orang tuanya mengantar ke sekolah bila sudah dikerjakan. Bila kalau tugas adik Achi sudah selesai pasti akan terus memanggil kakak Kayla, yang masih fokus perhatikan penjelasan guru kelasnya. Kebetulan rumah Achi berada di depan rumah kami.

Jam 09.00 WIB Kayla sudah istirahat selama 20 menit. Kadang juga sebelum jam 09.00 sudah istirahat. Begitu Kayla buka pintu sahabat sejati sudah muncul di depan pintu. Kayla langsung ambil masker lalu mengajak adik Achi main. Keduanya bergandengan tangan jalan keliling komplek. Setelah waktu main selesai Kayla kembail duduk di hadapan laptop. Sementara sahabat sang sejatinya dengan setia menunggu di ruang tamu sendirian sampai jam belajar selesai sekitar 11.00. WIB.

- Advertisement -

Setelah kegiatan belajar usai, Kayla ambil kembali masker, ambil botol berisi air minum lalu minta izin untuk main. Bermainnya hanya di dalam komplek, sebab kami belum mengizinkan untuk keluar komplek tanpa di temani orang tua. Karena itu, mereka keliling mencari teman bermain. Mengajak kakak Najla, kakak Azka, kakak Syarah, adik Kenan, dan lainnya, sampai waktu dhuhur tiba. Kadang juga Mas Yahya (kakak dar kakak Syarah) ikut gabung. Setelah mendengar adzan dhuhur mereka bubar balik ke rumah masing untuk makan siang, shalat dhuhur dan istirahat. Karena musim pandemi Covid-19 maka selain disimpin pakai masker, setalah bermain tidak menyentuh makanan sebelum mencuci tangan menggunakn sabun. Untungnya sejak TK sudah diajari mencuci tangan yang benar.

Aktivitas itu dilakukan hampir setiap hari sampai Kayla dan adik Kenan naik kelas 2, kakak Najla naik kelas 3, kakak Azka naik kelas 4, dan Mas Yahya naik kelas 5. Sementara adik Achi menjadi murid kelas 1 SD Daae El Salam duduk di kelas yang sama saat Kayla masih kelas 1, yakni kelas 1 Imam Syafii. Berarti kakak Najla, Kayla dan adik Achi sekarang sekolah di SD yang sama. Sementara kakak Syarah di SD Ramadhanty, Azka di SD Al-Fajar. Adik Kenan di SDI An-Nahl. Dan, kini di Griya Madani, teman Kayla bertambah karena ada kakak Khomsah yang sekolah di SD Ramadhanty bersama kakak Syarah dan adiknya bermana adik Kholid masih di TK. Azzahra.

Saat Kayla di kelas 2, sudah berlaku aturan baru. Murid sudah bisa sekolah tatap muka, walau baru 50%. Kebetulan Kayla, kakak Najla dan adik Achi hari sekolah tatap mukanya bersamaan. Ini juga berarti hari belajar online juga sama. Karena adik Achi juga sudah punya kesibukan belajar online jadi tidak lagi harus duduk sepi sendiri di ruang tamu menunggu Kayla selesai belajar.

Menyiasati Kejenuhan Belajar Online

Seperti biasa setelah waktu istirahat jam 09.00, adik Achi sudah menunggu Kayla di depan rumah. Kadang ditemani adik Kholid. Tujuannya untuk jalan keliling komplek, mengunjungi rumah adik Kenan untuk bermain dengan adik Kenan dan adik Kinara (adinya Kenan) atau ke rumah adik Umar untuk main dengan adik Umar dan adik Syakira (adiknya Umar). Karena waktu mainnya hanya 20 menit, maka penting bagi kami untuk memastikan lokasi bermainnya agar lebih mudah mencari bila sudah hampir masuk waktu belajar. Baik Kayla, Achi, maupun Kholid tidak ada yang bawa jam, bila tidak dicari bisa lupa waktu.

Kayla sering pindah tempat belajar. Kadang di meja kerja ayah dan bunda, pasang meja kadang pula pasang kecil di depan tv, di ruang tamu, atau belajar di kamarnya sendiri. Ia sering minta disiapkan mikrofon dan speaker, kadang juga pakai headset atau apalah, yang intinya untuk mengatasi atau menyiasati kejenuhan belajar online. Untungnya jam belajarnya tidak terlalu lama, hanya antara jam 07.20 – 11.00.

Pernah juga Kayla belajar di meja makan, bahkan di depan pintu rumah. Membuat kami yang mau lewat keluar masuk rumah, harus berdamai denganya. Kalau di tanya, kenapa bejar di situ? Katanya, biar dingin kena angin. Pokoknya, suka-suka Kayla saja. Yang penting senang dan bisa mengusir kebosanan.

Biasanya saat Kayla sedang mandi atau sarapan kami sudah menyiapkan laptop dan perangkat lain yang akan dipakai. Lima menit sebelum jam 07.20, Kayla sudah duduk di tempat belajar telah dipilihnya.

Suatu pagi kami siapkan laptop di atas meja kerja. Setelah Kayla duduk dan buka laptop, saya pergi sebentar. Saat balik, saya kaget karena anaknya tidak ada di tempat. Laptop pun tidak ada di atas meja. Saya hanya dengar ada suara sedang menjawab pertanyaan gurunya. Jam pelajaran saat itu adalah review pelajaran sebelum penilaian harian (PH). Saya berusaha dari mana sumber suara Kayla terdengar. Rupanya Kayla sedang duduk di bawah meja, bersandar di lemari buku, dengan kaki selonjoran terjulur lurus ke depan. Sementara laptop diletakkan di atas lantai bersama kipas angin kecilnya.

Sambil memelototi laptop di depannya, tangan kanan memegang pensil, tangan kiri memegang buku pelajaran. Tanpa ia ketahui saya ambil ponsel lalu memotrenya. Baru sadar setelah melihat ada cahaya kamera, ia tkemudian ersenyum. Setelah PH selesai, Kayla berdiri dan tersenyum kembali. “Ada apa senyum-senyum?” tanya saya. Kayla jawab, “Tadi ada PH, Kayla dapat 100/100.” Serba-serbi belajar online. Tetap semangat Kayla. Billahit Taufiq Walhidayah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here