Mentan SYL: Pertanian Berintegrasi Perkuat Ketahanan Pangan

0
142

PINISI.co.id- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan model pertanian integrasi merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan produksi dan secara holistiknya guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pertanian integrasi sendiri meliputi budidaya padi, kelapa genjah, jeruk, rumah hidroponik (sayuran), bebek, ikan nila dan budidaya lele sistem bioflok dalam satu kawasan berbasis korporasi.

“Selain akselerasi produksi, kita wujudkan juga sampai pada tahap hilirisasi (industri,- red) menghasilkan pangan berkualitas ekspor. Pertanian integrasi ini tidak hanya di lokasi ini, tapi kita inginkan ada di setiap kecamatan hingga menjadi percontohan nasional yang terbangun proses bisnisnya sampai di ujung,” paparnya saat meninjau kawasan pertanian dengan budidaya Integrated Farming, di Boyolali, Sabtu (19/12/2020).

Menurut SYL, integrated farming juga merupakan terobosan meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi menjadi 4 kali tanam dan panen dalam setahuan atau dikenal IP400. Pola IP400 ini harus terbangun di semua wilayah Indonesia sehingga pencapaian produksi beras naik tajam.

“Pak Dirjen Tanaman Pangan saya perintahkan pola IP400 budidaya padi harus masif, ada di semua kecamatan. Ini kita mulai kenalkan konsep integrated farming menuju zero waste sehingga pangan kita semakin kuat dalam tantangan apapun,” tuturnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan fokus mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainnya hingga aspek hilirisasinya.

Pola ini menjadi model untuk dikembangkan di semua daerah sehingga ketahanan pangan nasional terbangun secara menyeluruh.

“Integrated farming juga artinya diarahkan berbasis zero waste. Artinya penggunaan eksternal input diminimalisir, apa yang ada di dalam insitu diputar agar efisien di sisi input. Mengoptimalkan potensi yang ada dihasilkan petani itu sendiri,” terang Suwandi.

Sekadar informasi, kinerja ekspor komoditas pertanian terus menunjukkan peningkatan pada periode November 2020. Hal ini terungkap dari data yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada Selasa (15/12/2020). Angka ekspor pertanian meningkat 6,33 persen secara month of month (MoM) dan meningkat hingga 33,33 persen secara year on year (YoY).

Pasalnya program prioritas yakni peningkatan produksi dan mendorong ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) menunjukkan hasilnya dalam beberapa bulan terakhir. (Akurat.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here