Kabar Duka, Nursari Ahmad Nurhani, Ketua IWSS 1995-1999 Telah Menutup Mata

0
1128
Dra.Hj.Nursari Ahmad Nurhani.

PINISI.co.id- Ketua Umum Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) periode 1995-1999 Dra. Hj. Nursari Ahmad Nurhani telah berpulang ke Rahmatullah Kamis dini hari di Jakarta, (13/8/2020) pada usia 82 tahun, karena penyakit yang diidapnya.

Nursari meninggalkan empat orang putra. Sulung bernama Mughira A. Nurhani Wakil Bendahara Umum BPP KKSS.

Menurut Mughi, ibunya yang akrab disapa Nusi — akan dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir di Sadiego Hill, Karawang, Jawa Barat, seusai shalat Dhuhur, Kamis siang ini.

Sepeninggal suaminya, Drs. Ahmad Nurhani pada  2015, Nursari merasa kehilangan. Betapa tidak, Nursarilah yang selalu memapah Ahmad Nurhani jika hadir pada acara-acara yang digelar KKSS.  

Tak ayal, keluarga ini dianggap sebagai ‘KKSS tulen’, di mana Ahmad Nurhani adalah tokoh pendiri KKSS sekaligus menjadi Ketua Dewan Pertimbangan-nya, sebaliknya Nursari sendiri adalah Ketua Umum IWSS dan putranya Mughira aktif sejak lama di KKSS Pusat dan Jakarta Selatan.

Di rumahnya di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, memudahkan diakses dari segala penjuru, bukan saja sebagai jantung Ibu kota akan tetapi, acara-acara apapun yang dihelat di situ, tak lebih dari rumah sendiri. Warga bisa seenaknya melenggang ke dapur, sambil mencicipi ragam kuliner yang disajikan dengan apik Nursari.

Di rumah, Nursari setia mendampingi setiap hari suaminya, yang menderita sakit sampai ajal menjemputnya. Di meja makan, atau ruang pribadi, Ahmad Nurhani ingin istrinya berada lekat-lekat di sampingnya, mendengar kenangan, menyimak anekdot-enekdotnya yang tak terduga. Siapa nyana, Ahmad Nurhani dikenal sebagai pencerita yang fasih, sementara Nursari adalah pendengar yang sabar.

Semasa memimpin IWSS, Nursari aktif beranjangsana ke panti sosial, selain rutin mengadakan pengajian bulanan, silaturahim antar IWSS dan paguyuban perempuan lain, juga kerap mengisi pentas seni budaya di TMII, kalau tidak di TVRI Jakarta.

Alkisah, Nursari ketemu jodoh dengan Ahmad Nurhani, semasa pria Bone ini mengajar di Universitas Padjajaran Bandung. Kelak masing-masing bekerja di Jakarta. Rupanya di Ibu Kota, mereka saling bertetangga, dan Ahmad Nurhani acap membeli rujak di  warung pojok dekat dengan rumah Nursari. Pasangan muda ini kerap janjian di situ, sehingga benih-benih cinta itu bersemi, sampai Ahmad Nurhani mengajak wanita Sunda ini ke jenjang perkawinan.

Kini pasangan sejoli, Ahmad Nurhani dan Nursari telah tiada. Mereka adalah pegiat sosial dan merupakan warga KKSS yang tiada henti membesarkan nama dan reputasi organisasi ini.

Semoga almarhumah diberi tempat yang indah dan nyaman di sisi Allah SWT.

[Alif we Onggang]  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here