Investasi Senyum

0
1701
- Advertisement -

Kolom Ruslan Ismail Mage

Siapakah pemimpin terhebat sepanjang masa, pengusaha/pedagang terhebat sepanjang waktu. Siapakah ayah, suami, sahabat, teman sejati sepanjang hidup. Dalam kepemimpinannya ia sebisa mungkin menaklukkan musuh tanpa kekerasan, dalam berdagang ia laksana magnet menarik pembelinya. Ia adalah ayah, suami, sahabat dan teman yang kehadirannya selalu dirindukan. Dimanakah letak rahasia kehebatannya dan siapakah dia? Ternyata dia adalah orang yang paling murah senyum sepanjang masa, dia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Itulah dahsyatnya senyum. Abdullah bin Harits, Sahabat Rasulullah SAW menuturkan “Tidak pernah melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.

Berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%. Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%. Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika skor murah senyum 62% dan salam 51%. 

Kalau mengacu kepada hasil survei ini, yakin Indonesia akan menjadi negara yang selalu damai dan makmur, karena sebagian besar penduduknya murah senyum. Betapa tidak! Senyum mampu melumpuhkan keangkuhan dan menyejukkan emosi untuk menyebar perdamaian. Senyum mampu mendatangkan rezeki melalui jembatan silaturahim, senyum termasuk simbol kemakmuran karena dipakai untuk bersedekah. Sebagaimana Hadits Nabi yang menjelaskan tentang senyum. Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramarmakruf dan nahi mungkar yang kalin lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR. Tirmizi dan Abu Dzar)

Tersenyum adalah sesuatu hal yang paling gampang dilakukan, karena ia sifatnya alami. Tidak butuh keahlian dan modal untuk melakukannya tetapi justru menjamin keuntungan yang luar biasa dalam menata masa depan, kalau dilakukan dengan ihlas. Dale Carnegie mengatakan, “senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, tetapi membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya”.

- Advertisement -

Jadi senyum yang tulus adalah investasi masa depan yang tidak ternilai harganya. Hal ini berkaitan dengan konsep “Hablulminannas” yang penekanannya memperbaiki hubungan silaturahim kepada sesama. Lebih spesifik dapat dijelaskan bahwa rezeki seseorang dijembatani oleh orang lain. Jadi siapa orang yang banyak temannya, sahabatnya, kerabatnya, keluarganya, itulah orang yang paling potensial menata masa depannya lebih baik. Hubungan silaturahim yang baik akan berobah menjadi jaring-jaring sosial dan pusat-pusat informasi yang menguntungkan. Untuk memiliki banyak teman, sahabat, atau kerabat, tentu harus murah senyum. Semakin murah senyum semakin banyak orang senang bersahabat dengan kita.

Namun senyum tidak akan berharga bila tidak terbit dari hati yang tulus, jiwa yang lapang. Setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum, sungai dan laut tersenyum. Langit, bintang-gemintang, dan burung-burung, semuanya tersenyum. Dan manusia, seseuai watak dasarnya adalah makhluk yang suka tersenyum. Itu bila dalam dirinya tidak bercokol penyakit tamak, jahat, dan egoisme yang selalu membuat rona wajah tampak selalu kusut dan cemberut. 

Sahabat pembelajar kalau ingin sukses menjadi pengusaha dibidang apa saja, jangan pernah menunda lagi untuk melakukan investasi senyum kapan dan dimana pun berada. Mulailah di rumah, lingkungan tetangga, tempat kerja, di jalan-jalan dan di tengah masyarakat, lalu perhatikan apa yang akan terjadi dalam hidupnya. Inilah jenis investasi paling murah yang tidak membutuhkan modal, tetapi sudah pasti akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa, baik di dunia terlebih di akherat. Kalau jenis investasi lain masih bisa mengalami kerugian, investasi yang satu ini dijamin tidak pernah akan mengalami kerugian. Semakin murah senyum semakin murah rezekinya.

Tersenyumlah, karena tidak ada alasan untuk tidak tersenyum, seperti kata Dr. Aidh al-Qarni. Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara baginya telah ditumbuhkan taman-taman yang menyenagkan, dan kebun yang hijau, yang padanya terdapat pohon-pohon yang indah menyegarkan, dan tumbuhan yang penuh keindahan. Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara Allah telah mengadakan baginya bintang-bintang yang terang, lautan yang luas, tanah yang berkelok-kelok, dan planet-planet yang berputar di porosnya? Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara burung-burung bernyanyi, merpati berdendang, matahari bersinar, bulan bercahaya indah, pagi hari yang datang dalam terang cahaya, dan hujan yang datang dibalik awan di langit? Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara angin sepoi-sepoi bertiup, daun-daun gemerisik, burung kenari bersiul, aroma indah bertiup, air jatuh di antara bebatuan mendendangkan lagu cinta, dan menceritakan pagar keindahan.

Penulis adalah Akedemisi, Inspirator dan Penggerak, Founder Sipil Institute Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here