HBH: Kerukunan Masyarakat Bulukumba Bersinergi dengan KKSS untuk Kemajuan Bulukumba

0
357

PINISI.co.id– Islam agama kehidupan. Baik kehidupan peribadi dan kehidupan kolektif. Jamaah bisa kuat jika bisa disatukan. Persatuan dan kebersamaan,” demikian disampaikan Imam Shamsi Ali pada ceramahnya di silaturahim dan Halal Bihalal Kerukunan Masyarakat Bulukumba secara virtual, Minggu 23 Mei 2021.

Persatuan dan kebersaman lanjut Shamsi Ali, sama halnya untuk kemajuan Bulukumba, semua harus bersatu, antara lain: pertama; berpegang teguh pada pijakan bersama. Kalau Islam pijakannya Alquran. Kalau Bulukumba ya pijakannya kearifan lokal Bulukumba. Kedua, perbedaan itu alami. Perbedaan sebagai alternatif dalam kebutuhan. Misal perbedaan pilihan dalam pilkada. Yang perlu adalah mempertemukan titik-titik kebaikan. Perbedaan itu bukan sebagai ancaman.

Ketiga, belajarlah sungguh-sungguh dengan ikhlas. Keempat; positive mind. Selalu berpikir negatif adalah racun. Mari kita lihat yang positif. Kelima; Arrohman. Hubungan antar orang-orang beriman. Kasih sayang. Kemudian, keenam; membersihkan hati kita dan ketujuh; saling mendoakan.

Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna mengatakan bahwa jika pilar kuat maka KKSS pun ikut kuat. Tapi jika pilar lemah maka KKSS pun tentu akan terikut.

“Untuk itu, saya berharap Kerukunan Masyarakat Bululumba bisa lebih dengan melakukan konsolidasi,” kata Muchlis.

Muchlis menambahkan, organisasi akan ada manfaatnya jika bisa membantu warganya. Misal di KKSS, beberapa hari lalu ke wilayah Sulawesi Tenggara ada masalah warga KKSS. Ada petani yang diganggu lahannya. Yah, organisasi harus hadir untuk membantu.

Pemda Bulukumba diwakili Kadis Kominfo HM Daud Kahal yang mengapresiasi acara silaturrahim dan Halal Bi halal yang dilakukan Kerukunan Masyarakat Bulukumba.

Jumrana Salikki selaku Ketua Umum DPP Kerukunan Masyarakat Bulukumba, menjelaskan bahwa organisasi ini sudah terbentuk sejak tahun 2003 di mana pada saat itu Aspar Paturusi, Kolonel Abu Bakar dan dia sendiri aktif sebagai pengurus BPP KKSS di bawah kepemimpinan H M Taha. “Kami bertiga merasa ada yang kurang karena pilar Bulukumba belum ada. Sementara yang lainya sudah besar. Akhirnya kami bersepakat membentuk pilar Bulukumba,” ujar Jumrana.

Ditambahkan bahwa yang terhimpun dalam organisasi Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) adalah warga atau asal Bulukumba yang domisili di luar Sulawesi Selatan. “Organisasi ini independen yang bergerak sebagai organisasi sosial budaya dan kemanusiaan,” imbuh Jumrana.

Jumrana melihat banyak potensi yang dimiliki warga KMB, jika ini terhimpun dengan baik, tentu akan memberi manfaat baik bagi organisasi KMB maupun kepada warga dan Bulukumba. Kemanfaatan organisasi ini akan berdampak pada banyaknya kegiatan sosial yang dilakukan yaitu membantu sesama di rantau. Teppada lao teppada upe. Tidak bisa dipungkiri bahwa orang Bulukumba yang merantau tidak semua maupe. Sehingga di sinilah organisasi ini bisa hadir. Memberi manfaat pada sesama.

“Bagaimana potensi Bulukumba bisa disinergikan di KMB, di mana KMB sebagai agen membantu mengalihkan wisatawan dari luar, terutama yang dari KKSS,” ucap Jumrana memberi contoh.

Acara silaturahim dan Halal Bihalal ini diikuti dari perwakilan KMB wilayah dan daerah. Hadir antara lain; Sekjen BPP KKSS Abdul Karim, Andi Wahab Bangkona, anggota DPR RI Hasan Saleh.

Ketua wilayah KMB Banten Dr. Kamil tampil membaca doa. Bincang- bincang pun digelar dipandu oleh Ashar Juraeje hingga pukul 13.00 Wib. (PK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here