Haerul, Bakkalolona Sawitto Mengangkasa

0
270

Oleh Fiam Mustamin

Siapa pun dia, di masa kanak-kanak itu adalah masa bermain, masa yang  penuh dengan daya khayal dan impian.

Di masa yang sangat menyenangkan untuk mengakhayalkan apa yang begitu menarik perhatian dan  berkesan yang dilihat dalam dunia

usia anak-anak itu.

Boleh jadi pemuda Haerul itu yang masa kanak-kanaknya penuh dengan  daya khayal yang kebiasaannya banyak bertanya dan uji coba dengan pemainan  membentuk rupa apa yang ada dalam bayangannya.

Meskipun Haerul tidak tumbuh remaja di kota besar dengan kondisi ekonomi keluarga yang sederhana tidak menjadi hambatan untuk terus bermain dan merancang obyek obsesinya dengan merakit sebuah pesawat terbang di bengkel kerjanya yang sederhana.

Pemuda Haerul, meskipun tidak rampung pendidikan sekolah dasarnya tidak patah semangat dan mematikan impian masa kecilnya. Dengan bersahaja apa adanya ia terus mencoba merekayasa perakitan pesawat dari panduan yang diakses dari internet tanpa perlu publikasi sebelum eksperimen rekayasanya berhasil.

Luttuni (Mengangkasa) 

Uji coba menerbangkan rakitan pesawat itu di sebuah pantai yang dipilih jadi  landasan kemudian menjadi perhatian luas masyakat (viral)

Beberapa faktor menjadi perhatian umum antara lain bahwa sebuah rekayasa teknologi tinggi telah tercipta dari seorang pemuda drop out sekolah dasar dan pesawat itu dirakit di sebuah bengkel kerja dengan peralatan seadanya.

Dayaguna Pertanian dan Perkebunan

Untuk tujuan apa pesawat itu, pertanyaan ini yang yang memberi nilai tambah dari hasil rekayasa penciptaan pesawat berteknologi tinggi itu.

Pesawat itu bukan untuk penerbangan komersial angkutan manusia dan barang, mengingat keterbatasan daya angkutnya, namun dapat digunakan untuk hal-hal yang sifatnya darurat untuk memantau lokasi yang sulit dijangkau di lautan dan pegunungan hutan.

Daerah persawahan dan perkebunan yang luas di daerah kabupaten Pinrang dan sekitarnya dapat digunakan untuk penyiraman tanaman  di musim kemarau atau penyemprotan hama tanaman untuk peningkatan produksi pangan.

Lalu sentuhan apa yang diperlukan Haerul?

Haerul tetap akan menjalani pekerjaannya, sebagai tukang bengkel yang memerlukan kelengkapan fasilitas yang memadai, selain panduan tutorial yang lebih akurat. Haerul jangan dijadijan objek dan selebritis yang mematikan daya inovasi kreativitasnya.

Ciptakan lebih banyak lagi  tumbuh  kader model Haerul-Haerul yang baru yang memiliki keluasan pendidikan dan bengkel kerja yang memadai. 

Karena itu Haerul tetap menjadi warga Pinrang untuk membesarkan daerahnya.

Menjadi kader Bakal Lolona Sawitto Pinrang, gelar yang disematkan kepada leluhur pejuang kepahlawanan La Sinrang.

Penulis adalah budayawan

Dikirim dari Yahoo Mail di Android

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here