FPI Sulsel Kecam Keras atas Penikaman Ulama Syekh Ali Djaber

0
526

PINISI.co.id- Penikaman terhadap Syekh Ali Jaber oleh seorang pemuda berinisial AA saat menghadiri pengajian dan wisuda Tahfidz Al Qur’an di Masjid Falahuddin, Tanjung Karang  Barat, Lampung, Minggu (13/9/2020) dikecam keras oleh FPI Sulsel.

Penyerangan dengan sebilah opisau itu, membuat Syekh Ali Djaber, menderita luka ditusuk di bahu lengan atas dan harus menerima sepuluh jahitan.

Ketua FPI Sulsel Habieb Muhsin mengecam keras dan marah besar atas penikaman terhadap ulama Syekh Ali Djaber.

Habieb prihatin terhadap kondisi bangsa dan kelemahan pemerintah dalam menjaga keamanan warganya. “Setiap masyarakat Indonesia wajib dilindungi keamanannya,” tegas Habieb.

Ia menyayangkan ketidakjelasan dan ketidaktegasan hukum, dan penyerangan ulama dan tokoh Islam selalu disematkan bahwa pelakunya adalah orang gila. “Seharusnya ada pemeriksaan kesehatan yang detail untuk menyimpulkan bahwa pelaku tersebut sehat atau gila. Saya khawatir ketidak adilan ini membuat masyarakat Indonesia tergerus ke[percayaannya kepada pemeorntah,”  tandas Habieb dalam Musyawarah Rutin FPI Sulsel di kediaman nya, Minggu 13/9/2020).

Mulai Ahad ini, kata Habieb, sesuai instruksi Panglima DPP FPI Pusat Ustad Maman, bahwa berdasarkan banyaknya kejadian ulama dan ustad diserang di tempat pengajian dan di masjid, kepada semua laskar di seluruh Indonesia untuk menjaga dan mengawal ulama dan ustadz. 

“Kami akan mengadakan musyawarah tertutup untuk membahas secara teknis hal tersebut,” kata Wakabid Hukum FPI Sulsel Ust Faisal Silenang SH.

FPI Sulsel akan mengawal kasus penyerangan ulama di seluruh Indonesia sebab ini menyangkut kewibawan hukum yang sudah tercoreng.

Wakabid Dakwah Sulsel Ustad Firdaus yang juga pimpinan Majelis Taklim Darut Taubah di Kota Makassar tidak dapat menyembunyikan kegeramannya.  “Mungkin niat nya mau membungkam dan menakuti ulama dan dakwah  dengan cara meneror dan  menyerang, tapi ini adalah alarm bahwa hukum di Indonesia terpuruk, In Shaa Allah ukhuwah Islamiyyah di Indonesia akan bangkit,” ujarnya.

Sekretaris FPI Sulsel Ustadz  Agussalim menambahkan, saat nya melawan para penyerang ulama. Jangan sampai kita mau diadu domba sesama umat Islam. Ini gaya komunis yang anti Islam, bisa jadi hanya berkedok orang gila.

Terpisah, Imam FPI Sulsel Habieb Faizal Dzein, mengingatkan, bahwa kejadian di Lampung bisa saja terjadi di Sulawesi Selatan. “Ini mencoreng kewibawaan Presiden dan Menteri Agama yang sampai kini masih bungkam seribu bahasa. Apa beliau-beliau tidak punya empati?” ( Fan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here