Epik dan Perlawanan Watanlipu La Palloge Terhadap Belanda

0
1014
- Advertisement -

Catatan Andi Wahida Tuan Guru Sulaiman

Watanlipu La Palloge ( Petta Tallipue ) dalam melakukan perlawanan ke Belanda membangun kerjasama dengan menggalang massa, taktik gerilya dan membangun kerjasama dengan para  pemuka masyarakat yang ada di Kedatuan ( Kerajaan)  Soppeng.

Sistem penggalangan massa yaitu dengan cara menggalang persatuan bersama rakyat dengan membentuk pasukan inti atau pasukan khusus, yaitu pasukan pembunuh berani mati  yang tidak kenal mundur atau menyerah, dikenal dengan nama “Pasukan Passiuno”.

Taktik dan strategi sistem perang gerilya yaitu menghindari pertempuran secara frontal dengan pasukan militer Belanda yang memiliki peralatan persenjataan yang lebih lengkap dan modern, serta dengan taktik perang yang sudah cukup terlatih dan berpengalaman di medan perang.

Dukungan rakyat terhadap La Palloge dan para pemimpin lainnya dalam perjuangan melawan Belanda tidak diragukan lagi. Dukungan rakyat bukan hanya berupa simpati diam, melainkan juga dalam bentuk dukungan aktif yang diwujudkan dengan kesediaan rakyat atau para pendukung untuk berkorban, sekalipun dengan jiwanya yang paling berharga didunia ini.

- Advertisement -

Pada awal Oktober 1905 Belanda dengan pimpinan Kapten Kooy mulai mengadakan operasi didaerah Balusu dan sekitarnya. Pecah pertempuran antara tentara Belanda dengan pasukan dari Baso Balusu Sulle Datu Soppeng. Pertempuran berlangsung selama tiga hari tiga malam disebuah tempat yang bernama Lappa Perese. Belanda tidak berhasil menembus pertahanan Baso Balusu, karena memiliki jenis senjata yang unik, ampuh yang dikenal dengan nama “La Bolong Ringgi “. Karena pihak Belanda mengalami kegagalan, maka mereka kembali menyusun taktik peperangan dengan mengerahhkan semua pasukan dan perlengkapan yang dimilikinya.

Operasi itu dilanjutkan kembali pada awal November 1905, tentara Belanda di bawah pimpinan Kapten Kooy, dengan arah dari timur, yaitu berangkat dengan melalui Lapajung sampai Soppeng di kampung Lawo, dihadang oleh pasukan dari Watanlipu La Palloge  dibawah pimpinan Jangko Bauna. Akibat persenjataan yang jauh / tidak seimbang yang dimiliki oleh pasukan Jangko Bauna maka pasukannya dapat dipukul mundur oleh Belanda.

Akhirnya tentara Belanda melanjutkan perjalanannya menuju markas Menteri / Panglima Angkatan Perang Watanlipu di Sering, dengan melalui kampung Pesse, Galung Langie dan akhirnya sampai pada suatu tempat didaerah pegunungan, yaitu Salalong dilereng  sebuah pegunungan.

Pertempuran tidak dapat dielakkan lagi. Dari pertempuran tersebut pihak Belanda banyak yang luka – luka, sedang dari pihak Watanlipu La Palloge juga terdapat yang luka – luka dan meninggal dunia, seperti La Pajjampu yang terkena peluru pada tengkuknya disuatu tempat yang bernama KullangE.

Pada 20 Desember 1905 Watanlipu La Palloge ke Rappang. Ia meninggal dunia pada tahun 1906 di Saoraja Manu di La Balo Tajjuncu dan dikebumikan dipemakaman JeraE Pising Tajjuncu Soppeng.

La Palloge Watanlipu bin La Mansure Watanlipu / La Boccili Baso Sidenreng  bin La Unru MatinroE ri Tengngana Soppeng Datu ( Raja)  Soppeng XXXI tahun 1849 – 1850 bin La Mappapoleonro Petta MatinroE ri Amala’na Sultan Nuhung Datu Soppeng ( Raja Soppeng)  Tahun 1765 – 1820  ke XXVIII bin La Mappajanci  Daeng Massuro Sultan Musa Datu Soppeng MatinroE ri Laburau Tahun 1747 – 1765 ( Raja Soppeng ke XXVII )  bin La Mappasiling To Pasajoi Datu Pattojo Matinroe ri Doninna  ( Raja Pattojo Soppeng )

La Mansure Watanlipu  Soppeng Petta Ambo’na Salengke berputera puteri :
1. Petta Tallipue La Palloge.
2. Petta Pa’bicara Soppeng La Oddo
3. Petta Betao / Arung Betao.
4. Petta Cella.
5. Petta Lolo Jafareng
6. Petta Lawallu.
7. Petta Bau Nunjuk.
8. I Jenna
9. We Takka  ( masih butuh data )
10. I Sebbu ( masih butuh data )
11. Petta Indona Matta
12. La Salengke
13. I Semmang.
14. Petta Siddo
15. Petta Pa’bulu Ceppie

Kalau ada yang salah murni kesalahan Saya, kebenaran milik ALLAH semoga Saya diampuni.

Wallahu ‘alam bishshawab

Surabaya, 29 Oktober 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here