Dilahirkan Bukan Pilihan, tapi Hidup adalah Pilihan

0
1133
- Advertisement -

Kolom Ruslan Ismail Mage

Dengan kebesaran-Nya, kekuasaan-Nya, kasih sayang-Nya, dengan keadilan-Nya, Allah menciptakan setiap hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Sebagaimana Firman-Nya : Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu adalah berkata kepadanya, “jadilah”, maka jadilah ia (QS. Yasin : 82). Jadi tidak ada orang yang bisa memilih dilahirkan dalam keadaan bagaimana, tetapi ketika sudah dilahirkan dan memasuki usia pertumbuhan sampai gerbang “akil baligh” (tidak lagi dianggap sebagai anak-anak), sepenuhnya sudah menjadi orang yang harus memahami perbuatan benar dan mana yang salah, maka pada saat itulah hidup serta merta menjadi pilihan.

Jika ingin melayani publik jadilah ASN, Jika ingin ditakuti jadilah polisi, jika ingin menuntut jadilah jaksa, jika ingin mengadili jadilah hakim, jika ingin plin-plan (berobah-robah) jadilah politisi, jika ingin memerintah jadilah penguasa, jika ingin kaya jadilah pengusaha, jika ingin memonopoli kebenaran jadilah diktator, jika ingin mensejahterakan jadilah pemimpin amanah, jika ingin dihinakan jadilah koruptor, jika ingin direndahkan jadilah pecundang, jika ingin memperkuda ilmunya gadaikan tanda tangan ke anak didiknya.

Jika ingin mempersatukan jadilan negarawan, jika ingin mendamaikan jadilah agamawan, jika ingin membahagiakan jadilah sahabat sejati, jika ingin disanjung jadilah pemenang, jika ingin dikenang mudahkan berbagi, jika ingin dihargai jadilah ilmuwan rendah hati, jika ingin dipuja jadilah bintang, jika ingin terkenal jadilah salebriti, jika ingin hidup selamanya jadilah penulis buku, jika ingin mencerdaskan jadilah pendidik, jika ingin menginspirasi jadilah inspirator, jika ingin dirindukan jadilah kekasih hati.

Begitulah hidup, dengan akal silahkan memilih, dengan budi silahkan merasa. Tuhan sudah menciptakan dua tempat terakhir dan abadi yaitu “neraka dan surga”. Jalan menuju kedua tempat itu sudah terang benderang, petanya sudah disiapkan, arahnya pun sudah jelas. Silahkan memilih, karena sang waktu terus berjalan merampas usia muda. Sahabat, jangan bingung lagi, tentukan pilihanmu dari sekarang.

- Advertisement -

Penulis : Akademisi, Inspirator dan Penggerak, Founder Sipil Institute

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here