Deputi Warsito Dorong Dewan Masjid Indonesia Cetuskan Global Mosquee Prosperity Index

0
1339
- Advertisement -

PINISI.co.id- Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Warsito, mewakili Menko PMK, menjadi Narasumber pada Forum Pembekalan Peserta pada Muktamar VIII Dewan Masjid Indonesia (DMI), di Ballroom The Sultan Hotel Jakarta, pada Jumat, (01/03/2024).

Muktamar VIII Dewan Masjid Indonesia (DMI) tahun ini bertemakan Pengembangan Potensi SDM, Kesejahteraan Sosial dan Budaya dalam rangka Membangun Peradaban Baru Berbasis Masjid.

Warsito yang juga sebagai Wakil Ketua Nasional Komite Ekonomi Keuangan dan Syariah DMI menyampaikan, salah satu program ingin menjadikan Indonesia sebagai kiblat Negara Muslim dalam konteks tidak hanya dalam kontek ekonomi keuangan tetapi dalam segala aspek khususnya terkait dengan Islam.

“Akan tetapi sayangnya kita sering terjebak dalam prangkingan-perangkingan yang kita menjadi objek pengukuran dan untuk itu saya menyarankan buatlah indeks perangkingan, misalnya Indeks Global Kemakmuran Masjid atau Global Mosque Prosperity Index, patut dicetuskan dalam muktamar ini, karena ini sesuatu yang baik dan mulai dari kita sehingga akan menjadi indek pengukuran yang dikuti negara lain,” kata Warsito.

- Advertisement -

Lebih lanjut Warsito menerangkan dalam global muslim travel indek ada 8 (delapan) indikator diantaranya interconection airport, fasilitas airport, jumlah turis, akses informasi lokasi masjid dalam media digital, akses komunikasi melalui internet, visa, travel, dan informasi produk halal. Indonesia pada tahun 2023 menempati rangking pertama di atas Malaysia.

“Dari gagasan tersebut, sudah jelas bahwa aktivitas jemaah di masjid tidak hanya bersifat ritual spiritual saja, namun juga untuk menjalin silaturahmi dengan jemaah yang lain untuk bertukar pikiran dalam rangka mengembangkan potensi sumber daya manusia, kesejahteraan sosial dan budaya, sehingga menjadi pusat beradaban”, ujar Warsito.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, dalam Perpres ini didefinisikan sebagai cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama dan kepercayaan yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum.

Definisi tersebut jelas mengandung nilai positif universal yang sejalan dengan nilai dasar agama Islam, yaitu melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum atau rohmatan lil-‘alamin.

Dewan Masjid Indonesia sebagai salah satu organisasi masyarakat di Indonesia bisa menjadi duta muslim Internasional dengan merintis kerjasama dengan negara-negara Islam untuk memperkuat syi’ar Islam di Indonesia melalui masjid.

Warito menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara terbesar umat islam, mampu menghadirkan konsep wisata religi non kultural ibadah. Artinya selain destinasi ibadah seperti Arab Saudi atau situs para sahabat dan Ini memerlukan gagasan konsep dari DMI untuk menjadikan Destinasi Pariwisata Religi Prioritas dalam konteks praktik baik berIslam masyarakat Indonesia.

Atensi masyarakat ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan syiar. Masjid tidak lagi hanya dilihat sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai tempat wisata religi dimana pada saat yang sama dapat bernilai sebagai pemberdayaan ekonomi.

“Secara formal, saat ini masjid telah banyak yang membentuk organisasi ekonomi syariah sebagai wadah jemaah untuk mendirikan semacam koperasi yang menjual berbagai souvenir untuk menarik minat pengunjung, dan Kerjasama dengan UMKM lokal bisa menjadi salah satu opsi yang layak untuk dijajaki dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid,” tutur Warsito.

Turut hadir dalam muktamar terserbut Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia, Bapak H.M. Jusuf Kalla, Sekretaris Jenderal PP Dewan Masjid Indonesia, H. Imam Addaruqutni, Pengurus Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, dan Pimpinan Daerah DMI seluruh Indonesia serta Keluarga Besar DMI seluruh Indonesia. Turut hadir pula sebagai nara sumber Wakil Menteri Agama H. Saiful Rahmat Dasuki dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad P Bolombo. (Syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here