Demo Damai Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GPKR) untuk Menegakkan Keadilan

0
1110
Sejumlah tokoh prodemokrasi yang
- Advertisement -
Sejumlah tokoh prodemokrasi yang tergabung dalam GPKR antara lain Din Syamsuddin dan Hafid Abbas tengah berdiskusi untuk menggelar aksi damai.

PINISI.co.id- Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GPKR) akan menggelar demonstrasi damai pada hari ini, Selasa, 19 Maret 2024, mulai siang setelah Dhuhur hingga berbuka puasa dan shalat maghrib berjemaah. Demonstrasi ini akan berpusat di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Dalam aksi yang dipimpin oleh koordinator aksi M. Jumhur Hidayat, yang juga salah satu Presidium GPKR, masyarakat dari Jakarta, sekitarnya, bahkan dari daerah-daerah jauh seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Lampung akan bergabung untuk menuntut keadilan. Mereka bergerak dengan semangat “CEGAH KEZALIMAN,” dengan bersama-sama ikut berdemo.

Jumhur menjelaskan, demo ini diselenggarakan sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran konstitusi, hukum, dan etika politik dalam penyelenggaraan Pemilu/Pilpres 2024 yang dianggap tidak jujur dan adil. GPKR menegaskan bahwa hal ini merusak demokrasi Indonesia, merampas hak rakyat, dan meruntuhkan kedaulatan rakyat.

GKPR mendorong dan menuntut DPR melaksanakan hak angket untuk mengusut berbagai pelanggaran Pemilu, yang ditandai dengan kecurangan yang berlangsung secara terstruktur, sistematis, dan masif. GPKR mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk para akademisi, ulama, mahasiswa, untuk memperbaiki kerusakan parah yang dilakkukan Presiden Jokowi, yang telah menghancurkan demokrasi dengan membangun dinasti politik lewat jalur Pemilu. Sudah sepantasnya dan saatnya rakyat melalui para wakilnya di Senayan memakzulkan Jokowi sebagai biang kerusakan.

Menurut M. Din Syamsuddin, Presidium GPKR, aksi ini adalah “Aksi Rakyat Berdaulat” yang tidak hanya sekali dilakukan, namun akan diikuti dengan aksi-aksi berikutnya. Mereka bersikeras bahwa perbaikan sistem politik Indonesia memerlukan upaya yang berkelanjutan.

- Advertisement -

Peserta aksi diperbolehkan menggunakan pakaian sesuai preferensi masing-masing, asalkan sopan dan nyaman untuk bergerak. Namun, diharapkan mereka menggunakan tanda pengenal khusus seperti Pita Merah-Putih atau Pita Merah/Putih di Kepala.

GPKR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam aksi damai ini untuk menegakkan keadilan dan kedaulatan rakyat demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (Man)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here