Definisi Saudagar Bugis Makassar Saling Berimpitan

0
922

Kolom Andi Jamaro Dulung

Politisi, Birokrat, Saudagar, Cendekiawan, tentu mempunyai defenisi masing masing. Orientasinya memang berbeda satu sama lain.

Politisi untuk kekuasaan, Birokrasi untuk pelayanan, Saudagar untuk keuntungan, dan Cendekiawan untuk kebenaran.

- Advertisement -

Meminjam pendapat Al magfurlLah Prof Fahruddin Ambo Enre. “Mustahil ada kata yang berbeda mempunyai makna yang sama. Meskipun kata yang berbeda itu disebut sinonim.”

Dalam peraktek, bisa saja seseorang dalam waktu bersamaan menyandang dua gelar bahkan tiga atau empat sekaligus; Pengusaha Politisi, Cendekiawan sekaligus, Birokrat. Yang salah kalau politisi memperdagangkan kekuasaannya.

H. Sulkarnain misalnya, Ketua Umum Pamai, pengusaha kapal terbang juga Ketua DPD Partai Demokrat dan pensiunan Polri.

H. Idris Laena, sebelum menjadi anggota DPR RI, beliau adalah pengusaha sukses dengan Laena Group yang bergerak di banyak bidang.

Biasanya seorang bupati, pengusaha dulu, sukses, baru jadi bupati dan merangkap jadi ketua partai. Adapun birokrat biasanya juga ada usaha sampingan, catering, ATK meskipun yang jalankan adalah isteri atau anaknya.

Prof Hamka Haq, yang dikenal sebagai cendekiawan, pendidik, anggota DPR RI, Ketua Umum Ormas Islam, juga mempunyai usaha ‘pelampung’ pasca DPR RI. Ada juga yang paripurna, almarhum Andi Muhammad Ghalib.

Tentara sampai bintang tiga. Wakil Gubernur, menjabat Bupati Jeneponto dan Walikota Makassar. diplomat, Jaksa Agung dan anggota DPR RI. Pengusaha di banyak bidang.

Jusuf Kalla apa lagi, pengusaha, lanjut ke menteri, hingga mencapai Wakil Presiden, dan Ketua Umum Partai.

Ternyata mereka semua adalah Saudagar.

Ada satu  lagi yang paling unik. Statusnya tidak  jelas. Tetapi penghasilanya jelas.

Alhasil, KKSS akan kesulitan medefinisikan saudagar tulen.  

Karena hampir semua warganya merangkap profesi.  Bahkan ada yang tidak punya profesi tetapi juga mau disebut saudagar.

Karena itu, PSBM sendiri adalah silaturahim nasional (Silatnas KKSS) mewadahi saudagar KKSS. Karena hampir semua anggota KKSS adala saudagar, termasuk pedagang kata-kata, meminjam istilah Aspar Paturusi.

Agar lebih efisien, bisa dipikirkan oleh BPP KKSS untuk menggabungkan PSBM dengan Rakernas KKSS.

Penulis, Wakil Ketua Dewan Pembina BPP KKSS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here