Datu Lolo Kuneng Bau Massepe Suppa Begitu Merakyat

0
566
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

KAPAN berinteraksinya.

Puang Datu yang satu ini tidak akan kita temui aturan protokol adat dimana pun kehadirannya di suatu majelis.

Hanya dengan orang-orang tertentu saja yang mengenalnya bergegas untuk menyambutnya sebagai penghormatan kepada sang rajanya.

Saya mulai berinteraksi dengan Puang Datu pada suatu perhelatan perkawinan aktris film anggota Parfi. Saya mendatangi Datu dan memperkenalkan diri dalam tata krama bahasa Bugis dalam keraton/ saoraja.

- Advertisement -

Dari situ rupanya Datu memperhatikan dan sering menanyakan hal keadaan saya sekitar akhir tahun 1980 an.

Saya masa kecilnya hidup di lingkungan pergaulan di Saoraja dan menyerap tatakrama bertutur dan berperilaku yang beradab.

Berlanjut ke KKSS yang sering menghubungi Datu sebelum mengirimkan undangan.

Datu datang ke perhelatan KKSS lebih karena komunikasi itu, begitu disampaikan kepada salah seorang senior dan Datu mengatakan dalam bahasa Bugis: entah apa yang dipakai anak ini, saya sulit menghindar dari undangannya.

Kesempatan lain saya dan dr. Ulla Nuchrawaty, Sekjen KKSS diminta mendampinginya untuk pemberian gelar adat kepada Gubernur Sultra Ali Masi dan isteri.

Entah apa yang perlu saya ketahui, Datu meminta saya menemaninya di kamarnya.

Subhanallah… Datu menceritakan segala hal dalam kehidupan di Saoraja yang tertutup diketahui orang di luar istana. Malam itu kami tidak tidur semalaman sampai balik ke Jakarta esoknya.

Pertemuan lain, pada pernikahan purtra Datu di Grand Mulia Hotel Senayan, seperti sebuah perhelatan reuni besar dengan para kerabat terdekat Datu.

Begitupun dengan di istana Wapres Datu sering datang ke ruang Staf Khusus Wapres, Alwi Hamu.

Saat Terakhir Kepulangan Datu

MENURUT salah satu mantu Datu mengatakan bahwa dua nama yang selalu ditanyakan Datu dalam keadaan sakitnya yaitu Alwi Hamu dan Fiam.

Saya ketika itu berada di Balikpapan.

Pada hari kepulangannya/mallinruni Datue, lesuni ripammasena puangnge.

Pak Alwi dan saya hadir dari rumah sakit Fatmawati dan mengantarnya Datu ke pemakaman Karet.

Hadir dua mantan Wapres Ketika itu : BJ. Habibie dan Muh Jusuf Kalla.

Saat pelayat sudah pada pulang, saya dengan mantu tinggal beberapa saat, kemudian mantu di pusara Datu mengucapkan, “Papi … Papi … ini Fiam hadir sekarang Papi …”

Saya terharu mengingat kebaikan Datu di manapun beliau sedang berada.

Semoga Datu dengan segala ibadah jariyah kebaikannya mendapatkan tempat terbaik disisiNya, Al Fatiha, aamiinn ya rabbal alamin.

Legolego Ciliwung 26 Juli 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here