Dampak Wabah Korona, Bupati PPU Gratiskan PDAM dan Sembako

0
342
Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud.

PINISI.co.id-Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud mengakui bahwa hingga saat ini di Kabupaten PPU belum ditemukan warga yang terinfeksi virus korona atau coronavirus disease — Covid -19.

“Alhamdulillah di Kabupaten PPU mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi masyarakat,” ujar bupati yang juga pembina Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan PPU, kepada media, (20/2/2020).

Kendati demikian, Bupati PPU mengimbau seluruh warganya untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga jarak fisik. “Perbanyak doa dan berzikir dan melakukan ibadah rumah, selain mengikuti protokol kesehatan,” pesan bupati dalam video yang disebar ke publik.

Dalam kesempatan itu, bupati dengan dukungan legislatif memutuskan untuk menggratiskan selama sebulan penuh langganan air minum dari PDAM, selain rencana pembagian paket sembilan bahan kebutuhan pokok kepada warga masyarakat.   

Seperti diketahui penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 160,9 ribu jiwa. Menurut Wakil Ketua DPRD I PPU, Raup Muin, dibutuhkan sekitar Rp 20 miliyar untuk anggaran sembako selama dua minggu,” kata Muin seperti dikutip Antaranews.   

Firdaus, seorang warga KKSS yang berprofesi sebagai serang guru di PPU merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten PPU yang membebaskan air PAM dan rencana pembagian sembako.

Selebihnya, telah disiapkan anggaran untuk melengkapi kekurangan fasilitas dan peralatan untuk penanganan virus korona di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung  PPU.

Diakuinya, alat pelindung diri (APD) khusus penanganan Covid -19 memang belum tersedia cukup di PPU.

“Sesuai instruksi pemerintah pusat dan Provinsi Kaltim, semua wilayah dalam keadaan darurat, maka setiap daerah diminta untuk membuat gugus tugas penanggulangan COVID-19 dengan memanfaatkan anggaran yang ada guna membiayai penanganan dan pencegahan virus korona. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here