Chaidir Syam, Gagas Ruang Baca Berbasis Multi Dimensi

0
80

PINISI.co.id– Bupati Maros Chaidir Syam menggagas ruang baca perpustakaan berbasis masyarakat multi dimensi, sebagai medium bukan hanya ruang atau tempat membaca, tapi sekaligus berfungsi sebagai eko wisata, sarana entekreunership dengan konsep pemberdayaan masyarakat. ”Konsep dan gagasan Pak Chaidir Syam menghadirkan ruang baca yang di dalamnya ada konsep library, wisata, enterpreunership dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut, disampaikan Tokoh Literasi Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) usai berdiskusi dengan Kadis Perpustakaan Maros, Amiluddin, S.Pd. didamping ketua IPI Maros, Irham Bijaksana di Maros, Kamis (23/12).

Menurut BAK, dari diskusi tersebut, disepakati pembuatan bangunan gagasan Bupati Maros dengan langkah-langkah strategis terkait Percepatan Maros sebagai Kabupaten literasi pertama di Sulsel. “Kami juga menyampaikan kepada Pak Bupati Chaidir Syam terkait langkah transformasi perpustakaan menuju Era Inklusi Berbasis Masyarakat berbasis Memassal. Maksudnya adalah membuka kran seluasnya agar masyarakat berperan serta mendukung dan menginisiasi terbentuknya room to read berbasis Perpustakaan desa, lorong, kampung dengan format multi fungsi sebagai Perpustakaan yang menarik juga berfungsi sebagai eko wisata sekaligus fungsi pemberdayaan berbasis berkelanjutan, ” papar BAK yang juga ketua Tim penyusun Naskah Akademik Ranperda Literasi Maros atas inisiatif DPRD Maros.

- Advertisement -

Selain, perlunya melibatkan masyarakat juga perusahaan swasta dan perusahaan daerah, industri, anggota DPRD Maros, Anggota DPRD Sulsel dan DPR RI untuk ikut serta mendukung percepatan gerakan literasi Maros melalui ekosistem literasi yang memassal, berkelanjutan dan berbasis masyarakat yang mandiri.

“Salah satu langkahnya perlunya campign di setiap kecamatan melibatkan tokoh masyarakat, kades, lurah guna membangun ekosistem literasi yang sama. Dengan langkah ini sekaligus menggugat para kades dan lurah agar membuka kran partisipatif merintis dan menyediakan anggaran desa dan dakelnya untuk pendirian dan penyiapan SDM relawan perpustakaan/penggerak literasi di desa dan di kota.

Caranya, kata BAK dengan menjalin kerja sama yang luas dengan Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten untuk merintis perpustakaan desa/room to read berbasis wisata, menggandeng PMD Sulsel, Dinas Pendidikan Maros dan Disdik Sulsel dengan program pemberdayaan masyarakat melalui desa, kelurahan dengan tagline” Berdaya karena Membaca”, kata Tim Pendamping Literasi Daerah Provinsi Sulsel ini.

Tentu dibutuhkan konsepsi, arah dan tujuan serta target dan bangunan idenya tertulis dan dikerjakan bersama secara berkelanjutan. “Kami menyusun dan menyiapkan konsep dua Langkah Besar Gerakan Literasi Maros dan 6 Jalan Masa Depan Literasi Maros. Dari konsepsi ini bisa menjadi jalan pilihan bagi pegiat literasi di Maros maupun pustakawan sekolah, ” kata BAK.

“ Kami amat berbahagia karena Pak Kadis DPK Maros, sangat apresiatif dan terbuka menyambut ide, gagasan dan konsep kolaboratif sinergi memajukan Maros sebagai Kabupaten Literasi di Sulsel,” kata BAK. (Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here