Cahaya Surga di Ranjang Cinta (6)

0
184

Pena : Sipil Institute 

Langit terasa mau runtuh, bumi pun bergetar memporak-porandakan hati We Cudaiq ketika mengetahui ayahandanya menerima pinangan Sawerigading (si pemuda yang berkulit hitam pekat). Sebagai putri raja yang kecantikannya bahkan melebih kecantikan bidadari di langit, We Cudaiq tentu punya mimpi memiliki suami seorang pangeran tampan rupawan seperti Nabi Yusuf. Tapi apa daya, harus menerima keputusan Raja dipersunting lelaki yang bertolak belakang dengan impiannya selama ini.

Dalam sunyi We Cudaiq berteriak tanpa suara, menumpahkan seluruh air matanya ke bumi sebagai bentuk pemberontakan hatinnya. Kalau saja air mata kesedihannya dibendung lalu ditumpahkan ke bumi, mungkin kerajaan ayahandanya tengegelam oleh air matanya.

- Advertisement -

Dalam emosi kesedihannya, We Cudaiq mengutus salah seorang pelayannya untuk mencari informasi bagaimana sesungguhnya bentuk rupa Sawerigading. Berangkatlah pelayan istana yang diberi tugas mendekati perahu layar Sawerigading yang tengah bersandar di pelabuhan. Bertepatan waktu itu, pengawal Sawerigading yang berbulu lebat sadang mandi-mandi sambil bersendagurau di tepi pantai. Utusan pun mengendap-ngendap mendekat, tapi langsung ketakutan setelah melihat tampan mereka yang dipenuhi bulu lebat. Sambil berlari pulang ke istana untuk melapor, utusan  tersebut langsung berpikir kalau rupa sesungguhnya Sawerigading pasti mirip dengan semua pengawalnya yang bukan hanya berkulit hitam pekat, tetapi juga berbulu lebat. 

Mendengar kabar tersebut We Cudaiq pun berniat membatalkan pernikahannya dan mengembalikkan semua mahar Sawerigading. Namun sebelum We Cudaiq mengutarakan maksudnya, Raja sudah membacanya kalau sang putri kurang setuju menikah dengan Sawerigading kerana berkulit hitam pekat. Tetapi karena Raja sudah terlanjur menerima pinangan Sawerigading, jadi tidak memberikan pilihan lain lagi We Cudaik selain harus menikah dengan Sawerigading. 

Tidak ada alasan pasti kenapa Sawerigading tidak mau memperlihatkan wajah aslinya yang bisa membuat setiap mata bidadari sekalipun tak berkedip memandangnya. Apakah mungkin ingin mengetes Cinta We Cudaiq. Sebagaimana dikisahkan sampai menikah Pangeran Flamboyan ini tetap menyamar menjadi lelaki berkulit hitam. Karena itu, sehabis menikah, Sawerigading harus menerima konsekuensi penyamarannya. 

We Cudaiq tidak mau mendekat dan selalu menghindar darinya. Sawerigading pun harus menyelusuri labirin untuk merebut hati We Cudaiq.

Selama tujuh hari di pusat labirinnya, Putri Cina itu mengenakan celana panjang yang dijahit rapat kedua ujungnya. Versi lain menyebutkan bahwa We Cudaiq membungkus dirinya  bagai kepompong kupu-kupu raksasa dengan tujuh belas lapis kain sutra dewa. 

Hingga hari kedelapan, We Cudaiq keluar kamarnya hendak pergi mandi ke sungai bersama dayang-dayang istana. Setelah berjalan keluar beberapa langkah menuju sungai ditemani pelayannya, We Cudaiq menengok ke istana dan melihat dikamarnya ada cahaya berkilau. Dalam pikirannya itu mungkin cahaya pantulan api dari pelita di kamarnya. Namun anehnya di kamar yang lain, tidak ada cahaya seperti di kamarnya. Cahaya itu pun nanti dilihatnya setelah menikah dengan Sawerigading. Anehnya lagi cahaya itu  tidak pernah muncul kalau ia berada di kamarnya. Begitu seterusnya setiap pergi mandi ke sungai dari jauh selalu melihat di kamarnya ada cahaya yang terpancar begitu indah seakan ingin membentuk pelangi warna warni. 

Tibalah suatu waktu We Cudaiq pamit ingin pergi lagi mandi-mandi ke sungai bersama dayang-dayang istana. Namun sebelum sampai ke sungai, We Cudaiq tiba-tiba berhenti seperti ada yang terlupa, Ia pun langsung balik ke istana menuju kamar. Ketika membuka pintu kamarnya yang lupa dikunci Sawerigading, We Cudaiq langsung terkejut dan bergetar seluruh tubuhnya, bibirnya tidak mampu berkata apa-apa, kesadarannya hilang sejenak karena terpesona melihat cahaya itu. Apakah itu cahaya Surga bisik We Cudaiq sesaat sebelum pinsang karena ternyata cahaya indah itu berasal dari wajah aslinya Sawerigading.

(Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here