Beddu Amang, Guru Besar KKSS

0
72

Kesaksian Fiam Mustamin

KEPEMIMPINAN Beddu Amang di KKSS selama tiga periode kepengurusan berturut sejak tahun 1991. Saya mengikuti beliau sebagai Sekretaris Pelaksana/Eksekutif yang dilanjutkan satu periode dengan Pak Muhammad Taha sampai tahun 2004.

Kepada kedua tokoh tersebut  telah meninggalkan warisan kepanutan Kepemimpinan ( Pangampe Madeceng). Saya dan keluarga di Jakarta, Soppeng, Makassar dan Palu menghaturkan doa semoga dengan amal kebaikan yang diabdikan untuk organisasi KKSS menjadi pahala ibadah yang melapangkan dan meluaskan tempatnya di sisi Allah Subhanahu Waraala, aamiin.

Dari kepemimpinan pak Beddu Amang yang saya ikuti dan serap menjadi sebuah Almamater Kehidupan, tempat saya menjalankan suatu kepercayaan dengan sepenuh hati.

Kepemimpinan Pak Beddu di paguyuban kekerabatan itu telah menghadirkan suatu nilai Bugis yang disebut Pangadereng (bertata adab) bagaimana beliau berlaku santun, mengayomi serta memuliakan warga yang dipimpinnya.

Kehadiran Pak Beddu di KKSS tidak sekedar menampilkan gaya kepemimpinan formal, tapi lebih jauh dari itu bahwa beliau telah meletakkan dasar dasar filosofi yang dihayatinya sebagai orang Bugis yang disebut Mappikiade (bisa disebut berakhlak baik) yang memuliakan, rendah hati dan tidak menampakkan kesan berlebihan bahwa sesungguhnya beliau seorang pejajabat negara Kepala Badan Logistik Negara (Bulog) selevel dengan jabatan Menteri saat itu di era Orde Baru.

Selama masa kepemimpinan beliau juga dipercayaca sebagai inisiator dan penggerak beberapa lembaga untuk kemaslahatan warga KKSS khususnya antara lain : Yayasan Pendidikan Latimojong yang mendirikan sekolah unggulan SMA di Malino dan memberikan beasiwa untuk program magister dan doktor bidang tertentu.

Selain itu di era kepemimpinan Pak Beddu mempelopori penyelenggaraan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) sebagai sarana silaturahmi para pelaku usaha di rangkaikan dengan mudik lebaran puasa.

Kemudian ditengah kesibukannya mengurus berbagai urusan tugas pokok di Bulog dan organisasi sosial dan proefssi, beliau diamanatkan untuk memimpin organisasi olahraga Sepak Takraw yang populer sebagai sepak raga permainan rakyat di Sulawesi Selatan. Di kepengurusan Sepak Takraw itu melibatkan beberapa tokoh KKSS araranya Andi Moch Yunus, Aminuddin, Mannawi, Abdi Harun Al Rasyid dan Hasbullah Ismail.

Di lingkungan KKSS sendiri tersebut pengurus aktif yang bergantian mendapat penugasan  organisasi terutama Sekretaris Jenderal Pawennai dan Anwar Hafid. Pengurus lainnya adalah Mohammad Taha, Ulla Nuchrawati, Arifuddin Pangka, Bachtiar Sahabuddin, Arifuddin Jamaluddin, Anwar Satta, Kol Abu Bakar, Andi Idhanursanty dan Andi Syamsu Alam (Ketua KKSS Jatim).

Kita mengenang Beddu Amang sebagai Guru Besar KKSS telah mewariskan nilai nilai kemuliaan sipakatau dan sipakaraja.

Bahwa kepedulian Pak Beddu terhadap pendidikan dan kaderisasi  sumberdaya manusia begitu besar, dibuktikan pada suatu waktu usai main golf hari Minggu saya dimintai menyertai beliau untuk berceramah di hadapan Ma’hasiswa IKAMI Sulsel di Gunung Putti, Bogor, kediaman Pahlevi Pangerang, Ketua Umum PB IKAMI Sulsel.

Beranda Inspirasi Ciliwung 17 Desember 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here