BAK Bedah Gagasan Chaidir Syam Tentang Satu Masjid Satu Perpustakaan Maros di RBAN Sumbar

0
1091
- Advertisement -

 

PINISI.co.id- Bupati Maros Chaidir Syam telah meluncurkan Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan di Kabupaten Maros pasca Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (IKA BKPRMI) dan Perpustakaan Nasional RI meluncurkan secara nasional pada 14 Mei 2022 lalu di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan yang digulirkan IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional RI, pertamakali digerakkan Bupati Maros Chaidir Syam yang dirangkaikan penandatanganan MOU Pengurus Daerah IKA BKPRMI Maros yang diketuai Chaidir Syam dengan Dewan Masjid Indonesia Maros, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, disaksikan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir, Ketua IKA BKPRMI Sulsel Dr.H.Abubakar Wasahua, M.A. di Rumah Jabatan Bupati Maros.

Chaidir Syam tak sekadar meluncurkan Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan di Kabupaten Maros, melainkan langsung tancap gas mewujudkannya dengan menggerakkan dan meresmikan sejumlah perpustakaan masjid yang diprakarsai warga masyarakat. Misalnya saja, Chaidir Syam yang Penerima Penghargaan tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka perpustakaan Nasional RI pada 2022 ini, meresmikan Perpustakaan Masjid Agung Nur Arrahman Maros dan Perpustakaan Masjid Pondok Pesantren Ilmul Yaqin Tompobulu di Maros.

Rumah Baca Anak Nagari Sumatera Barat yang didirikan Tokoh Literasi Sry Eka Handayani, menggelar Bincang Sore Live Nasional dengan menghadirkan Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma, Kepala Badan Nasional Labbaik Pengurus Pusat IKA BKPRMI.

- Advertisement -

Menurut Bachtiar Adnan Kusuma, Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan akan berjalan optimal apabila kesulitan akses terhadap bahan bacaan berkualitas dapat teratasi. Selama ini, menurut Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Maros ini, baru gerakan membaca yang dikencangkan, sementara gerakan menulis masih ditinggalkan. Padahal lanjut BAK, Sesungguhnya kebudayaan membaca dan menulis adalah seia sekata yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

BAK membedah gagasan dan prakarsa Bupati Maros Chaidir Syam bagaimana inovasi dan dukungan totalnya menggerakan ekosistem membaca dan literasi di daerah yang dipimpinnya. “ Pak Chaidir Syam tak sekadar melemparkan diksi, tapi ia juga langsung melakukan aksi. Beliau tokoh pejabat publik yang memiliki perhatian total memajukan pembudayaan membaca dan menulis di daerah yang dipimpinnya” kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI.

Bachtiar Adnan Kusuma juga menguraikan pentingnya perpustakaan hadir di setiap masjid. Selain mendorong terus menerus budaya baca ummat Islam juga mencegah terjadinya distribusi berita-berita hoaks di kalangan ummat Islam. “ Hanya dengan memperkuat melek literasi di setiap jamaah dan warga masjid akan memutus mata rantai terjadinya penyebaran info-info hoaks” tegas Bachtiar Adnan Kusuma.

Karena itu, BAK kembali memberi apresiasi tinggi kepada Bupati Maros Chaidir Syam yang begitu serius dan empati mendorong hadirnya ruang baca di setiap masjid, desa, kelurahan dan ruang-ruang publik termasuk menyediakan pojok baca Digital di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Maros atas dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros dan Perpustakaan Nasional RI. “ Apa yang telah digerakkan Bapak Bupati Maros Chaidir Syam menjadi contoh nasional menggerakkan Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakan dari Kabupaten, Kota di Indonesia” papar BAK. Terlebih saat ini, masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, namun juga sebagai tempat untuk mengembangkan SDM.

Di sesi Live Diskusi, Bachtiar Adnan Kusuma juga menguraikan Juknis dan Tata Cara Mengelola Perpustakaan Masjid, pentingnya Sinergi dan Kolaboratif dan perlu dukungan Bupati, Walikota, Gubernur mendorong dan memberi perhatian agar setiap masjid memiliki ruang baca yang refresentatif.” Kami berharap Perpustakaan Nasional dan Pengurus Pusat IKA BKPRMI mengirimkan surat tertulis isinya himbauan dan ajakan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota segera mendorong agar setiap masjid memiliki perpustakaan. Contoh, Kabupaten Maros melalui peran optimal Bupati Maros Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H.mendorong dan melahirkan kebijakan mempercepat hadirnya ruang baca di setiap masjid di Kabupaten Maros. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here