Bachtiar Adnan Kusuma: Bisnis Buku-Buku Islam di Makassar Belum Menjajikan

0
311

PINISI.co.id- Bisnis pemasaran buku-buku Islam belum menjanjikan, apalagi mendapat tempat yang layak di kalangan umat Islam. Omzet penjualan buku-buku Islam belum menunjukkan kemajuan yang pesat di bulan Ramadan jika dibandingkan di luar bulan Ramadan.Hal tersebut, diakui tokoh Perbukuan nasional Bachtiar Adnan Kusuma seusai menemui Natsir Arsyad, salah seorang pemilik gerai toko buku Islam di Al Almarkas Al Islami Jenderal M Jusuf, Makassar.

Menurut BAK, animo masyarakat membeli buku Islam sama saja di luar bulan Ramadan. “Sehari paling yang terjual 5-10 judul buku,” kata Natsir Arsyad kepada Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia, Bachtiar Adnan Kusuma di Al Markas Al Islami Makassar, beberapa waktu lalu.

Penyebabnya, aku Natsir, karena maraknya toko buku Islam mulai bermunculan di mana-mana. Misalnya saja, lanjut Natsir, toko buku Islam terbesar di Makassar seperti Cordova, Toha Putra, dan lainnya.Jujur, aku Natsir yang berjualan buku Islam 24 tahun di Al Markas, keuntungannya tidak terlalu menjanjikan. Kendati, bisnis buku Islam tak sekadar memburu profit, tapi punya nuansa dakwah.”Kalau dai berdakwah secara lisan, maka kami berdakwah dengan berjualan buku Islam. Ya, untungnya buku-buku Islam isinya tak kedaluarsa dan kapan saja dibutuhkan, berbeda dengan buku-buku umum tergantung momen,” jelas ayah tujuh anak ini.

- Advertisement -

Sementara itu, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) mengakui bahwa geliat buku Islam belum menjanjikan dengan jumlah penduduk umat Islam yang mayoritas di Indonesia. “Pergerakan pemasarannya masih sekitar 30 persen dari buku buku umum lainnya”, kata Managing Editor Yapensi ini. Karena itu, tokoh literasi Sulsel sebaiknya ekosistem perbukuan bersatu menggenjot minat dan budaya baca masyarakat Sulsel agar minat membeli buku-buku Islam bisa terdongkrak. Celakanya, kata BAK budaya baca yang rendah, membuat minat beli buku juga rendah. “ Ekosistem perbukuan kita belum bersatu menggalakkan budaya baca masyarakat, akibatnya minat beli buku rendah, membuat ekosistem perbukuan lokal belum hidup” tegas BAK, Minggu 18/4 di Makassar. (Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here