Aroma Gule Patin, Udang Gala Muara Jambi, Jamuan Gubernur Zulkifli Nurdin Daeng Mamase

0
610
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

JAMBI, kota yang banyak menyimpan kenangan.

Di awal tahun 2000 an saya seringkali ditugaskan ke kota Jambi sebagai Sekretaris Pelaksana Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan/KKSS.

Di kota itu yang dialiri sungai, namanya Batanghari, menyimpan sejarah peradaban Melayu dan Islam.

Keseringan ke kota itu atas kebaikan hubungan kekeluargaan dengan H. Armynal Patitoi Daeng Maufe, SH., pensiunan Jaksa, beliau berasal dari tana Sengkang.

- Advertisement -

Beliau, sosok menyenangkan penuh dengan humor dan memahami filosofi lontara Bugis/paseng to riolo.
Dimusyawarahkan menjadi ketua/ punggawa KKSS pertama yang memiliki usaha peternakan ayam petelur.

Oma, isteri pak Armynal selalu menghidangka menu khas Bugis/nasu nasu ogi.

Selain Opa panggilan dari anak anak cucunya, saya juga akrab dengan H.M. Bakri, pengusaha/ tokoh muda yang dipercayai mengurus hubungan eksternal organisasi yang saat ini menjadi generasi penerus sebagasi Ketua KKSS Jambi.

Bakri juga adalah anggota yang terhormat dari Fraksi PAN utusan Jambi dua periode.

Pada saat itu, digelar penyematan nama gelar kepanutan Daeng Mamase/Kemurahan Hati kepada Gubernur Zulkifli Nurdin. Dan Daeng Malebbi/Agung kepada isterinya, Monawarah. Malebbi ini, orang Bugis menyebutnya… maogi ogi.

Perhelatan gelar nama kepanutan itu dihadiri oleh tokoh KKSS, M. Jusuf Kalla dan artis penyanyi mutiara dari timur; Andi Meriam Mattalatta.

Hubungan kekerabatan/kekeluargaan dengan Gubernur itu, KKSS Jambi sering melakukan perhelatan di rumah jabatan yang menghadap sungai Batanghari.

Jambi Kini

SEKITAR dua puluh tahun saya baru rmelihat kembali kota Jambi yang sudah tiga kaki pergantian gubernurnya.

Saya mendarat di bandara Sultan Thaha yang bertaraf internasional yang begitu megah. Selain bandara yang megah itu, juga terbangun jembatan baru yang menghubungkan Jambi seberang sepanjang 530 meter diberi nama Gentala Arasy/Gena Tanah Lahir Adurrahnan Sayuti. Lainnya bangunan perkantoran dan gedung hiburan Interstudio.

Jembatan itu adalah ikon kota Jambi dengan menara yang di puncak tingginya 800 meter dengan memasang jam petunjuk waktu shalat di empat sisinya.

Menara ini berfungsi sebagai tempat rekreasi untuk memandang kota Jambi ke semua arah dan sungai Jambi ke arah hulu dan muara.

Di perjamuan rumah jabatan itu, saya menikmati dua menu yang khas yaitu gule patin/nasu bale yang padat lemaknya dan udang galah/udang besar yang dimasak dengan garam.

Kedua menu lauk itu dari muara Jambi dan saya menikmatinya.

Ke Jambi saya ke perkampungan orang Bugis, Tangkit Baru yang kehidupan warganya bercocok tanam, seperti nenas yang diolah jadi dodol suvenir khas Jambi.

Ke Jambi kali ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga calon besan, puteri saya Siti Nuraila Psi yang sudah tiga tahun bekerja Transtudio Kecil.

Dari timur negeri tana Sawerigading, datang ke Jambi menyambung silaturahmi dengan kerabat Opu Daeng Bersaudara di negeri Melayu.

Resort Rumah Kito Jambi 11 September 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here