Warga KKSS Terdampak Banjir Jakarta, Satu Warga Bone Meninggal

0
713

PINISI.co.id- Hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Selasa hingga Rabu pagi (1/1/2020) menelan 10 korban  jiwa, termasuk seorang warga Sulawesi Selatan asal Bone, Nurjannah yang tersengat listrik di rumahnya, di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Ibu muda ini meninggalkan seorang bayi berusia lima bulan dan suami.

Menurut pengurus Kerukunan Keluarga Masyakat Bone (KKM) Andi Megawati Asmar, KKM Bone membentuk Posko Peduli Banjir dan Donasi untuk membantu warga Bone yang terdampak banjir

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Muchlis Patahna tengah mendata warga KKSS yang terimbas banjir di Jabodetabek, “Kami turut berduka atas meninggalnya Ibu Nurjannah,” kata Muchlis  prihatin.

Menurut Muchlis, Kamis siang ini (2/1/2010) KKSS akan melakukan rapat penanggulangan bencana atas warga KKSS yang tertimpa bencana banjir. “Memang banyak warga KKSS yang tinggal di kawasan yang rentan banjir,” ungkapnya.

Curah hujan ekstrem dengan intensitas tertinggi 377 milimeter perhari yang merata mengguyur Jabodetabek, merupakan yang tertinggi dalam 154 tahun terakhir. Tak heran jika banyak warga KKSS yang terkena banjir, termasuk kantor KKSS di Jalan Bendungan Hilir Jakarta Pusat tergenang sepinggang orang dewasa.

Kediaman Wakil Ketua Dewan Pembina KKSS Andi Jamaro Dulung, terendam hingga semeter. Menurut Andi Kati, tetangganya, Jamaro mengungsi di masjid dekat rumahnya, di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat. “Sejak 20 tahun tinggal di Kemanggisan, baru kali ini banjir begitu hebat yang melanda rumah Andi Jamaro,” cerita Andi Kati kepada PINISI.co.id.

Rumah Andi Kati sendiri tenggelam  hampir dua meter. Mesin airnya mati dan tak dapat digunakan untuk membersihkan lumpur yang mengotori kontrakannya.  Maklum, di belakang rumah terdapat kali yang meluap.

“Syukurlah sampai pagi ini air sudah mulai surut,” kata Kati menambahkan.    

Serupa dengan Jamarro, rumah Wakil Ketua Depatemen Seni Budaya KKSS Fiam Mustamin, yang terletak di bilangan Kali Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, tenggelam hampir dua meter. “Kami sudah langganan banjir, tapi ini termasuk yang dahsyat,” ujar Agusnawati, istri Fiam Mustamin.

Hal sama menimpa warga KKSS yang tinggal di Bekasi. Zerul Adam, pemuda asal Soppeng, hingga pagi ini masih mengurung bersama ibunya di lantai dua rumahnya di Kompleks Jati Rasa, Bekasi. Letak kompleks ini tak jauh dari kali Cikeas yang melintasinya.

“Hingga sekarang belum ada bantuan. Listrik mati, dan air setinggi  lebih dua meter masih tinggi. Sebagian warga sudah dievakuasi. Kami menjaga-jaga saja di rumah jangan sampai tanggul kali jebol,” ujar Zerul lirih dan berharap siang ini banjir yang merendam rumahnya segera surut.

Tetangganya Ahmad Mappe, bersama keluarga dan anak-anaknya terus was-was di kediamannya. Meski mobil dan sepeda motornya terendam banjir, ia berharap banjir segera berlalu. “Tapi ini hujan mulai turun lagi,” katanya cemas.  [Lip]    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here