Terbaru: Ada Hubungan Apa Ayah Abdee Slank dengan Zainal Bintang, Dewan Pakar KKSS?

0
2306
- Advertisement -

PINISI.co.id- Sejak diangkatnya Abdde Negara yang biasa disapa Abdee Slank sebagai Komisaris Independen di PT Telkom pekan lalu, banyak yang ingin mengulik latar belakang keluarganya.

Kali ini datang dari Dewan Pakar KKSS Zainal Bintang (74) yang dikenal sebagai politisi, seniman, pemain film, dan wartawan senior. Zainal rupanya menyimpan rahasia dan pertalian khusus dengan Andi Cella Nurdin, ayah Abdee.

Menurut Zainal, Andi Cella Nurdin, selain dikenal sebagai wartawan, pada 1972 pernah bermain dalam film “Mutiara Dalam Lumpur” bersama Sophan Sophiaan, Farouk Afero dan dua tokoh seniman wartawan Makassar, Rahman Arge dan Ramiz Parenrengi.

“Saat anak ketujuhnya lahir, Andi Cella Nurdin menamai bayinya dengan nama Abdi Negara Nurdin. Abdee Slank Akhirnya benar-benar mengabdi untuk negara,” ujar Zainal.

Di Sulawesi Tengah, lanjut Zainal, Andi Cella Nurdin semasa hidupnya adalah tokoh yang disegani. Tidak hanya sebagai wartawan, dia juga seniman, budayawan, bintang film, tokoh Muhammadiyah, pengusaha percetakan, dan politikus.

- Advertisement -

“Tahun 1992, ayah Abdee menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PPP. Ketika sekarang Abdee Negara terjun ke dunia politik, itu sudah menurun dari garis ayahnya. Dari garis ibunya, Abdee masih keturunan bangsawan dari raja kesebelas Kerajaan Banawa, Donggala sekarang bernama La Ruhana,” jelas mantan Ketua DPP MKGR ini.

Ditambahkan bahwa dua orang kakak Abdee adalah wartawan musik di Jakarta era 90-an yaitu, Rosihan Kalionto Nurdin wartawan musik yang disegani yakni wartawan musik senior di majalah Gadis. Sosoknya bersahaja, rambutnya putih, berkumis, dan sering jadi koordinator jumpa pers artis. Kakak keenam, satu tingkat di atas Abdee yang anak ketujuh, ialah Setia Budi Nurdin alias Budi Ace. Dia juga wartawan musik. Pernah kerja di media Tabloid Indonesia Selebriti (Jawa Pos Group), jadi redaktur musik. Tak lama kemudian, Budi Ace lantas mengasuh koran Slank.

“Ketiga bersaudara itu termasuk cendekia, luas wawasan, dan literasinya bagus. Sebab, sang ayah melengkapi perpustakaan pribadi di rumah mereka sejak masih di Donggala atau ketika hijrah ke Jakarta,” ucap Zainal yang pernah menjabat Sekjen PARFI ini.

Sejak kecil, kata Zainal, mereka terbiasa baca buku-buku filsafat, sastra, jurnalistik, dan budaya. Mereka juga melahap buku-buku Pramoedya Ananta Tour hingga Tan Malaka. Sang ayah adalah wartawan yang punya mesin cetak, yang mencetak media pertama di Sulawesi Tengah.

Zainal sendiri mengenal dekat dengan almarhum Andi Cella Nurdin. Kedua dedengkot KKSS ini adalah wartawan kawakan. Namun, usia Andi Cella Nurdin lebih senior dan seangkatan Rahman Arge.

“Ketika saya menjadi wartawan Harian Angkatan Bersenjata Pusat, media Hankam, pada tahun 1973-1978, kalau ditugaskan ke Palu memantau kasus pencurian kayu hitam, saya selalu koordinasi dengan Andi Cella Nurdin yang juga tokoh pers, dan politikus PPP di Palu,” imbuh Zainal kepada PINISI. co.id.

Seperti diketahui, almarhum pernah menjadi anggota DPR RI Fraksi PPP (1992-1997).

Adapun dalam pembuatan film Mutiara Dalam Lumpur, Zainal Bintang lah yang mempersiapkan dan mendorong film itu dibuat di Palu. Setelah sebelumnya merampungkan Film “Sanrego” produksi PT Alam Film, yang berokasi di Makassar, Laelae dan Bantimurung dengan bintang WD.Mochtar dan Rakhmat Hidayat.

Ikut serta Rahman Arge, Ramiz Parenrengi danZainal Bintang, yang memerankan peran kecil-kecilan.

Dan sejak era itulah atas kepeloporan tiga tokoh seniman dan wartawan kawakan itu, produksi film menjadi semarak di Makassar pada tahun-tahun berikutnya. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here