Susur Marowali, Padang Ilalang di Antara Hutan

0
615
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

SESUATU yang unik tertangkap mata, ada sebuah gugusan gunung kecil tak ditumbuhi pohon berada di sekitar hutan lebat. Begitu menarik perhatian karena sekelilingnya adalah hutan.

Saya terus mengamatinya dari atas
mobil sampai tertutup pandangan masuk ke daerah perkampungan Toboli.

Dalam hati bertanya misteri apa yang ada di pegunungan itu, begitu rapih dan indah bagai lapangan golf.

Parigi Moutong (Parimo) Berkelas Kota Provinsi

- Advertisement -

Ibu kota Parimo berada di area dekat bukit pegunungan. Bagunan perkantorannya besar-besar dan jalannya lebar tertata bersih.

Sepanjang jalan sampai ke Poso rumah-rumah di pinggir jalan mempunyai pura (ibadah persembahan adat/Hindu Bali).

Pura itu khas bangunan tempat ibadah bagi orang Bali, adanya di halaman depan rumah atau di samping rumah menghadap lahan persawahan.

Ada juga pura yang dibangun tersendiri tidak menyatu dengan pekarangan rumah. Di area kiri dan kanan jalan sepanjang beberapa puluh kilometer dari Tolai, Sausu danTambarana adalah hamparan persawahan sampai ke lereng pegunungan.

Di Tolai menyinggahi rumah Putu, sahabat satu sekolah Hairuddin Happe adik sepupu yang pengusaha kontraktor di Morowali. Putu sekeluarga mengolah dan menyuling minyak samin untuk bahan parfum dan pengobatan.

Sungguh menakjubkan seperti laiknya bila kita berada di pulau Dewata Bali.

Gereja dan masjid juga ada di tengah pemukiman dan masing-masing menjalankan ibadahnya dengan damai.
Seperti inilah kehidupan bermasyarakat yang bertoleransi dan saling menghargai, bergotong-royong untuk kebaikan dalam satu kaum dari lingkungan terkecil rukun tetangga dan pedesaan.

Dari kehidupan bermasyarakat dan berbangsa kita tumbuhkan di negeri yang heterogen multi kultural ini.

Malam Hari di Pegunungan

PERJALANAN dari Palu ke Bungku Tengah Kabupaten Morowali normalnya ditempuh 10 jam.

Kami berlima: Hairuddin Happe dan isteri Zeni Tanel, Tifa Happe dan ponakan Fahri Lahoki. Perjalanan dari Poso memasuki kawasan pegunungan malam dengan jalan berkelok mendaki dan menurun.

Melewati daerah Tentena, Tripa, Beteleme dan Bonswai sampai ke Bungku Tengah pukul 4 lewat pas azan Subuh.

Sabtu paginya ke Bahomente melihat keramaian di pasar dan mencicipi coto dan ketupatnya racikan orang Bugis Wajo di dekat pantai.

Mengamati potensi sumber daya tambang nikel, kelapa sawit serta luas wilayah 8 kecamatan di sekitarnya, cukup beralasan bila Morowali dimekarkan menjadi ibukota provinsi baru, apapun kemudian itu namanya.

Bungku Morowali 20 Januari 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here