Sukses Penanganan Virus Covid19 di Selandia Baru

0
564
- Advertisement -

Catatan Ilham Bintang

Virus Covid19 tidak akan sirna sama sekali. Seperti pandemi influensa / flu yang merebak tahun 1919, dan merenggut sekitar 50 juta jiwa manusia seluruh dunia. Sampai sekarang flu masih ada. Sampai sekarang belum ada obat untuk flu. Yang ada dan beredar sejak dulu hanya obat meredakan flu. Flu terus membayangi hidup kita sampai sekarang.

Hanya saja keganasannya jauh berkurang, sedangkan imunitas kita jauh semakin baik. Maka, kalau seseorang kena flu, dokter cuma suruh istirahat 3 hari. Beres.

Saya kira seperti itulah pemahaman masyarakat AS dan Eropa menghadapi Covid19. Mereka kini berkejaran dengan waktu untuk memberi vaksin kepada warganya supaya memiliki kekebalan melawan Covid19.

Pemerintah New Zealand lain lagi. Tapi menarik. NZ salah satu dari sedikit negara di dunia yang sampai hari ini tetap menutup border. Sejak pandemi hingga sekarang orang asing belum boleh masuk negara itu. Antar provinsi saja berlaku aturan buka tutup.

- Advertisement -

Total kasus positif di NZ 2600, dan 26 wafat sejak pandemi awal Maret tahun lalu. Sudah 6 bulan kasus Covid19 di NZ bisa dibilang nol. Satu dua kasus yang ada berada di tempat karantina yang menampung citizen mereka yang baru pulang dari LN. 6 minggu pertama lock down, pemerintah membiayai kebutuhan dasar warganya. Untuk pekerja penuh waktu dikasih gaji $584.00/minggu dan paruh waktu $384.00/minggu. Itu sama dengan 70% dari gaji mereka. Subsidi diberikan sampai Desember 2020.

Menurut Duta Besar RI di NZ, Tantowi Yahya, 5 bulan lockdown, karyawan disuruh tinggal di rumah. “Perusahaan yang terdampak juga diberikan berbagai subsidi dan insentif antara lain ; keringanan pajak, skema pinjaman khusus dengan bunga renda dan tengat waktu pengembalian pinjaman sampai 7 bulan,” urai Tantowi Senin (19/7) pagi.

Masyarakat Selandia Baru memang dikenal taat aturan. Subsidi selama lockdown membuat mereka bertambah patuh pada kebijakan pemerintah. Karena masyarakat patuh mudah bagi pemerintah untuk melaksanakan strateginya melawan virus. Perang terhadap virus dipimpin langsung oleh PM didampingi Dirjen Kesehatan. Tiap hari mengupdate data Covid19 kepada publik. Hanya itu satu- satunya yang berhak bicara mengatasnamakan pemerintah NZ.

Setelah pandemi reda, pemerintah NZ membentuk Kementerian Khusus Covid19. Kini instansi itulah yang mengurusi pencegahan Covid19.

Semua pejabat dari banyak instansi kementerian kembali kepada tupoksinya masing-masing. Begitupun, pemerintah NZ masih tetap menutup negaranya dari kunjungan asing hingga 18 bulan ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here