Sebulan Ke Depan, Hampir Pasti Rekonsiliasi Kedua Kubu IKAMI Sulsel

0
1031
Ketua Umum KKSS Muchlis Patahna bersama jajarannya, di tengah pengurus PB IKAMI Sulsel yang terdiri dari dua kutub, bersilaturahim di Kantor KKSS, Senin, {24.2.20.)

PINISI.co.id- Dualisme kepemimpinan di Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Sulawesi Selatan (PB-IKAMI Sulsel) mendorong Ketua Umum KKSS Muchlis Patahna turun tangan untuk mendengar kedua kubu yang masing-masing mengklaim kesahihan memimpin PB IKAMI. Dua kubu itu, adalah IKAMI versi  Muhammad Iqra Zulfiqar Wisnu, disebut versi Bandung dan Rahmat Al Kafi, versi Jakarta. Kedua kubu tersebut mengutarakan pendapatnya kepada Ketum KKSS yang lebih banyak mendengarkan. Pertemuan ini digelar di Kantor BPP KKSS, Jakarta, Senin (24/2/20).  

Menurut Muchlis, BPP KKSS berhasil mendamaikan kedua kutub IKAMI yang telah sepakat menyatu demi kebesaran organisasi kemahasiswaaan Sulsel ini. “Ke depan IKAMI harus menyusun pengurus baru. Paling lambat sebulan akan turun SK dari BPP,” kata Muchlis.

Menanggapi hal tersebut, kepada PINISI.co.id, Ketua PB IKAMI versi Jakarta, Rahmar Al Kafi, menyampaikan terima kasih dan menaruh apresiasi atas usaha ‘orangtua’ IKAMI, dalam hal ini KKSS untuk menyatukan anak-anaknya.

Sebelumnya pada Musyawarah Nasional Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Sulawesi Selatan ( Munas IKAMI Sulsel) di Bogor, 26 Desember 2019, memilih Muhammad Iqra Zulfiqar Wisnu sebagai Ketua Umum PB IKAMI. Zulfiqar dari IKAMI Cabang Bandung sebelumnya menjabat sebagai ketua bidang ESDA PB IKAMI.

Namun, tiga hari kemudian di Jakarta, 29 Desember, Munas IKAMI Sulsel tandingan memilih Rahmat Al Kafi sebagai Ketua Umum IKAMI Sulsel. Munas Dihadiri 29 cabang penuh dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut mantan Wakil Ketua PB IKAMI Ramli Kadir, ke depan dualisme kepemimpinan di tubuh IKAMI tidak boleh lagi terjadi. “Melihat situasinya bisa saja terjadi rekonsiliasi, namun tidak sesederhana itu, lantaran masing-masing kubu memiliki barisan pendukung. Biarkan adik-adik IKAMI mencari solusinya,” usul Ramli.

Senada dengan itu, mantan Ketua PB IKAMI Sulsel Ida Laomo, yang hadir dalam pertemuan tersebut, berjanji bahwa BPP KKSS tidak akan mengintervensi kepengurusan IKAMI. “Silakan IKAMI menyelesaikan sendiri permasalahannya dengan acuan AD/ART.  Cuma saya sarankan sebisanya IKAMI satu gerbong,” kata Ida yang juga Wakil Ketua Umum KKSS.

Dalam pertemuan kemarin, mengemuka sejumlah opsi untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan di IKAMI, antara lain sistem presidium, pembagian tugas, pertukaran peran dan Munas.  

Selain kedua kubu pendukung, tampak pula hadir Sekjen KKSS Abd. Karim dan Bendahara Umum KKSS Sri Asri Wulandari. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here