Rekomendasi PCBM II: Kesiapan Potensi SDM Sulawesi Selatan Mendapatkan Ruang untuk berkontribusi kepada Bangsa

0
390
- Advertisement -

PINISI.co.id- Salah satu poin penting dari rekomendasi PCBM II adalah dijadikan sebagai momentum bagi para cendekiawan Sulawesi Selatan untuk melakukan refleksi atas kiprah dan jejak sejarah yang telah ditorehkan oleh generasi pendahulu yang kemudian menjadi tonggak penting dalam menyongsong agenda-agenda besar pembangunan bangsa dan negara di era kini dan ke depannya yang salah satunya adalah agenda kepemimpinan nasional pada 2024.

Hal itu dibacakan oleh Dahyar Daraba sebagai simpulan PCBM II yang digelar seharian secara hibrida.

Adapun rincian rekomendasi tersebut, adalah Transformasi Kepemimpinan Nasional dalam Perspektif Budaya Sulawesi Selatan merujuk pada Studi atas Pemikiran dan Pengaruh Syeikh Yusuf Al-Makassari dan Raja Ali Haji.”

Dengan ini menetapkan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

Perantau atas diaspora asal Sulawesi Selatan termasuk beruntung karena mereka dapat berhimpun dalam satu wadah yang besar dan dikelola secara modern dan profesional, BPP KKSS, digagas dan dibentuk 46 tahun lampau oleh 26 tokoh-tokoh perantau awal asal Sulawesi Selatan. Melalui paguyuban KKSS inilah warga asal Sulawesi Selatan aktif mengkonsolidasikan diri dalam berbagai bidang, seperti agama, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain yang kemudian dikontribusikan kepada bangsa dan negara serta masyarakat dimana pun mereka bermukim atau merantau, di dalam dan di luar negeri.

- Advertisement -

Sudah jamak diketahui bahwa banyak di antara diaspora asal Sulawesi Selatan di dalam dan luar negeri telah menjadi tokoh dan panutan orang banyak, sekaligus menjadi pemimpin bagi masyarakat. Bahkan sebagian di antaranya telah memiliki reputasi dan pengaruh kuat di tingkat nasional dan internasional. Dua di antaranya adalah Syeikh Yusuf Al-Makassari seorang ulama, sufi besar, dan pejuang yang diakui dan diberi Gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indoensia dan Afrika Selatan, dan Raja Ali Haji, seorang sastrawan, pujangga, sejarawan, dan negarawan yang berkiprah di Tanah Melayu, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Raja Ali Haji juga telah diberi gelar sebagai Bapak Bahasa Indonesia dan Pahlawan Nasional.

Merujuk kepada karakter dasar dari tokoh-tokoh asal Sulawesi Selatan, misalnya kedua tokoh internasional tersebut: Syeikh Yusuf Al-Makassari dan Raja Ali Haji, rupanya memiliki kesamaan prinsip hidup dalam menapaki sejarahnya masing-masing yaitu siri’ na pace/pesse yang merupakan nilai-nilai budaya yang dianut telah secara umum oleh masyarakat Sulawesi Selatan, seperti jujur [lempu atau lambusuk], berani/tegas [warani/barani], kokoh dalam prinsip kebenaran [ada’ tongeng atau kontu tojeng], dan adil bagi semua pihak [temmapaisailengeng atau tappasisala].

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan Pertemuan Cendekiawan Bugis-Makassar [PCBM]-2 tahun ini, seyogyanyalah Pertemuan ini dijadikan sebagai momentum bagi para cendekiawan Sulawesi Selatan untuk melakukan refleksi atas kiprah dan jejak sejarah yang telah ditorehkan oleh generasi pendahulu yang kemudian menjadi tonggak penting dalam menyongsong agenda-agenda besar pembangunan bangsa dan negara di era kini dan ke depannya yang salah satunya adalah agenda kepemimpinan nasional pada 2024.

PCBM-2 perlu mengidentifikasi tokoh-tokoh Sulawesi Selatan yang memiliki potensi untuk didorong ke tingkat nasional agar dapat lebih berperan dalam agenda pembangunan nasional dalam segala aspek termasuk kepemimpinan nasional pada 2024 yang telah mulai bergulir saat ini. Hal ini dimaksudkan agar potensi besar dari SDM Sulawesi Selatan selalu mendapatkan ruang yang cukup untuk berkontribusi kepada pembangunan bangsa dan negara.

Secara ideal, tugas para cendekiawan adalah senantiasa berpikir dan berkarya untuk mengembangkan dan menyumbangkan gagasannya untuk kesejahteraan orang banyak, mempergunakan ilmu dan ketajaman pikirannya untuk mengkaji, menganalisis, merumuskan segala perkara dalam kehidupan masyarakatnya.

Adapun tujuan PCBM-2 ini adakah untuk mendapatkan pembelajaran, keteladanan, dan inspirasi dari para tokoh Sulawesi Selatan yang telah berkiprah luas di berbagai bidang kehidupan baik di Nusantara maupun di dunia internasional. oleh karena itu Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan bidang Cendekiawan, menghimbau kepada seluruh struktur organisasi KKSS di seluruh Indonesia (Pengurus Wilayah, Daerah, dan Perwakilan Luar Negeri) agar dapat menindaklanjuti kegiatan Pertemuan Cendekiawan tersebut dalam rangka peningkatan peran kontributif organisasi KKSS di masing-masing provinsi, kabupaten/kota serta luar negeri dalam rangka pendataan potensi sumberdaya manusia, khususnya para cendekiawan yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua bentuk: luring dan daring, menghadirkan Narasumber dalam dan luar negeri: , dan diikuti oleh masyarakat terpelajar Indonesia, khususnya asal Sulawesi Selatan di dalam dan luar negeri. Hasil PCBM-2 ini akan disatukan dalam bentuk buku seperti hasil PCBM-1.

Adapun topik-topik yang telah dibahas antara lain: (i) Refleksi dan Jejak Sejarah Syeikh Yusuf Al-Makassari ulama, terutama perannya dalam menyebarkan Islam di Afrika Selatan dan pengaruhnya perjuangannya terhadap Nelson Mandela melawan politik apartheid, dan (ii) Refleksi dan Jejak Sejarah Raja Ali Haji, sastrawan, sejarawan dan negarawan yang berkiprah di Tanah Melayu dan kontribusinya sebagai Bapak Bahasa Indonesia. bersama topik-topik yang telah dibahas tersebut bersama seluruh narasumber akan dihimpun dalam sebuah buku PCBM-2

Prof. Dr. Najma Moosa [South Africa University]; Dr. Abdul Malik, M.A. [Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang]; Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. [Rektor Universitas Hasanuddin]; Prof. Dr. Kamaruddin Hidayat [Rektor Universitas Islam Indonesia International]; Erwin Aksa [Praktisi Bisnis]; Prof. Dr. Achmad Alim Bachri, S.E, M.Si. [Rektor Universitas Lambung Mangkurat]; Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LLM [Pengajar UGM Yogyakarta]; Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si., [Pengajar di Universiras Halo Oleo, Kendari]. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here