Qurban Membuat Jiwa Damai, Hati Tenang dan Pikiran Sehat

1
118

Berqurbanlah minimal 1 ekor domba dan jika mampu 1 ekor sapi setiap orang

Kolom Abdul Hamid Husain

Jika ingin tambah disayang dan diperhatikan secara khusus oleh Allah SWT, maka kikislah sifat pelit dan angkuh, serta tingkatkan rasa peduli dengan BER QURBAN, minimal satu ekor domba tiap orang dan afdolnya bagi yang mampu 1 ekor sapi untuk tiap individu.

- Advertisement -

Lebih banyak orang yang menikmati daging Qurban kita, tentu akan lebih besar pahala dan balasan dari Allah SWT.

Namun, jika memang betul betul TIDAK mampu, ya 1 ekor domba bisa untuk atas nama sekeluarga.

Atau bagi keluarga yang sedang sedang saja, 1 ekor sapi, kerbau atau unta bisa beramai ramai, tapi maksimum untuk 7 orang.

TRUE STORIES:

  1. Rasulullah SAW Mengingatkan Ummatnya:

عَنْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال :
مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا (رواه احمد وابن ماجه)

Artinya:
“Siapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak ber Qurban, maka dia jangan sekali kali mendekati tempat Shalat kami,”
(Hadits Riwayat
Al Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
Pada kata :
فلا يقربن
Ada huruf ن Nun Ta’kiid, huruf PENEGASAN larangan jangan mendekat ke Masjid bagi yang tidak mau Ber Qurban padahal mampu.

  1. Dalam Hadits lain, Rasulullah SAW menghimbau lagi;

يَا يُّهَاالنَّاسُ اِنَّ عَلى كُل أهْلِ بَيْتٍ في كلِّ عَامٍ أُضْحِيَّة

Artinya :
“Wahai Manusia, sungguh atas setiap penghuni rumah pada tiap-tiap tahun di Sunnah kan ber Qurban,”
(Hadits Sahih Riwayat Abu Dawud).

  1. Allah SWT Berfirman;

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ.
( الحج الاية ٣٤ – ٣٥ )

Artinya:
“Dan bagi setiap ummat telah Kami syariatkan penyembelihan Qurban, agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah. Yaitu, orang-orang yang apabila disebut nama Allah, hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan shalat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.”
(QS Al Hajj 22 , Ayat 34-35, halaman 336).

  1. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ber Qurban juga akan membuat jiwa selalu damai, hati tenang dan fikiran sehat.
    Rasulullah SAW bersabda:

ما عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا.
( رواه الترمذى )

Artinya:
“Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan Qurban. Sungguh, hewan Qurban itu kelak pada hari Kiamat, akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sungguh, sebelum darah Qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka TENANGKAN dan DAMAIKAN lah jiwa dengan ber Qurban.”
(Hadits Sahih Riwayat Al Imam
At Tirmidzi).

POINTERS:

  1. Jangan lewatkan kesempatan emas di 4 hari berturut turut di bulan Dzulhijjah, yaitu:
  • hari ke 10 (hari Idul Adha) dan,
  • hari 11, 12 & 13 (Ayyaamut Tasyriiq)
    untuk ber Qurban setiap tahun, niscaya Allah SWT, akan menggantikannya dan mengelontorkan rezeki melimpah yang tidak terduga duga, dan membuat hati selalu damai.
  1. Janganlah malu maluin, masa konglomerat, kaya raya, pengusaha besar atau pejabat tinggi, ber Qurban hanya 1 ekor kambing sama dengan orang kebanyakan.

Yang mampu, ber Qurban lah setiap individu beberapa ekor lembu dan domba di beberapa tempat. Lebih banyak orang yang meni’mati daging Qurbannya, tentu lebih besar pahalanya.

  1. Ibadah Qurban, juga berfungsi sebagai “PENENANG JIWA DAN HATI DAMAI”
    فطيبوا بها نفسا
    Demikian ditegaskan Oleh Rasulullah SAW dalam Hadits nya tersebut di atas.
  2. JANGAN ASAL BELI:

Syarat hewan Qurban yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah yang sehat dan terbaik, yaitu:

a. Termasuk Al-An’am atau Hewan Ternak :

Yang dimaksud dengan Al-An’am adalah hewan ternak seperti unta, sapi, kerbau dan kambing. Sedangkan unggas seperti ayam, itik, bebek, angsa, merpati, kelinci dan sejenisnya, tidak termasuk Al-an’am.

Dalilnya adalah Firman Allah SWT :
“Dan bagi tiap Ummat telah Kami syariatkan penyembelihan Qurban, agar mereka selalu menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka.
(QS. Al-Hajj 22, Ayat 34, halaman 336).
 
b. Tsaniyyah
Hewan yang salah satu giginya telah copot maka disebut dengan Tsaniyyah, adalah 2 gigi bagian depan, yaitu 2 gigi bagian atas dan 2 gigi bagian bawah.

Sahabat Rasulullah SAW bernama Jabir RA, menuturkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Janganlah kalian menyembelih hewan Qurban, kecuali yang telah Musinnah (cukup umur) terkecuali jika kalian sulit memperolehnya, maka sembelihlah domba yang jadza’ah.”
(Hadits Sahih Riwayat Al Imam Muslim).
 
Maka hewan yang boleh untuk dijadikan Qurban adalah yang cukup umur, telah dewasa, sempurna dan berganti minimal sepasang gigi serinya tanggal.
 
c. Tidak Cacat;
Hewan untuk Qurban tidak boleh ada cacat, tidak buta, tidak juga ada cacat parah di matanya (aura’).
Hewan yang dalam keadaan sakit parah tidak boleh dijadikan hewan Qurban atau Udhiyah. 

Tidak sah juga dijadikan Qurban jika terpotong salah satu kakinya atau lebih dari satu kaki atau yang terpotong puting susunya dan tidak juga hewan yang terpotong ekor, telinga, hidung dan lainnya.
 
d. Tidak Pincang :
Sahabat Al-Barraa Bin Azib RA, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan Qurban, yaitu:
yang matanya jelas-jelas buta, yang fisiknya jelas dalam keadaan sakit, yang kakinya jelas-jelas pincang, dan yang tubuhnya kurus lagi tak berdaging.”
(Hadits Sahih Riwayat Al Imam At-Tirmidzi no 1417 dan Abu Dawud no 2420).
 
e. Tidak Kurus Kering:
Hewan yang kurus kering, tinggal tulang belulang, tentu sangat tidak layak untuk dijadikan Qurban, pendekatan diri kepada Allah SWT.

f. Tidak Makan kotoran:
Hewan untuk Qurban, tidak boleh yang suka memakan kotoran dan benda-benda najis. kecuali setelah mengalami karantina.

Semoga Allah SWT senantiasa mengijabah doa doa kita, dan menganugerahkan kita kemampuan ber Qurban setiap tahun.

Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك .

Penulis Alumnus King Abdulaziz University, Jeddah dan pembina Alhusniyah Islamic School PAUD, TK, SD, SMP, SMA, TPQ & MDTA

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here