Prof Beddu Amang 12 Tahun Memimpin KKSS dengan Efektif

0
363

Kolom Fiam Mustamin

Pada awalnya Prof.Dr. Beddu Amang dipilih menjadi Ketua Umum BPP KKSS menggantikan posisi Mayjen TNI Muslim Nassewa yang ketika itu sedang dinas aktif di Mabes Angkatan Bersenjata.

Muslim terpilih secara musyawarah dan mufaka di akhir l980-an di Mubes KKSS Ancol sebagai  Ketua  Umum BPP KKSS menggantikan Letkol  Pol. (Pur) Andi Oddek. Beliau yang masih dinas aktif di Mabes ABRI tidak mendapat izin pimpinannya untuk untuk menjabat rangkap sipil  jabatan di luar Angkatan Bersenjata.

Sekitar enam bulan beliau aktif di KKSS lalu melepaskan jabatan  Ketua Umum itu dan di rapat Kepengurusan Harian BPP KKSS memilih dan menetapkan Beddu Amang sebagai pejabat definitif Ketua Umum yang posisinya ketika itu salah satu Wakil Ketua Umun BPP KKSS. 

Dua kali Mubes KKSS berikutnya secara aklamasi mengukuhkan lagi Beddu Amang sebagai Ketua Umum.

Mubes di Cisarua Bogor dan Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, secara aklamasi mengukuhkan kembali Beddu Amang sebagai Ketua Umum dan Formatur Tunggal untuk menyusun kepengurusannya.

Pada era kepemimpinan Beddu Amang di KKSS, yang juga sebagai pejabat Kabulog dan sejumlah jabatan Ketum organisasi profesi dan alumni lainnya telah menampilkan wajah organisasi paguyuban daerah KKSS secara terhormat yang  dilirik banyak orang dan dikelolanya secara modern dan terbuka.

Kepengurusan BPP KKSS di eranya, melibatkan sejumlah tokoh  dari elemen  birokrasi pemerintahan, purnawirawan angkatan, politisi, akakademisi, kalangan usahawan, seniman, budayawan dan wartawan. 

Beddu Amang terus menggelorakan semangat untuk berkarya dan mengadi bahwa Di mana Bumi Dipijak Di situ Langit Dijunjung.

Pada masa  kepemimpinannya, terjadi beberapa bencan alam, konflik dan kerusuhan etnis, seperti Ambon,  Kupang, dan Poso yang dapat dihadapi dan dibantu bagi warga KKSS  terdampak untuk kemudian diungsikan ke daerah asal ke Sulsel. 

Tak kalah penitng, Beddu Amang memaksimalkan peran serta warga untuk berkontribusi memajukan daerah asal, antara lain dengan Pembangunan SMU unggulan Malino melalui Yayasan Pendidikan Latimojong, menggerakkan  Yayasan Kemitraan Pembangunan Sulsel, Penyertaan Modal Ventura Sulsel sampai menggerakkan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar sejak awal bersama dengan Kadinda Sulsel dan Pemda Sulsel.

Resopa temmangingi malomo naletei pammase dewataE

Maknanya: setiap usaha dengan sungguh sungguh dan memohon ridhoNyaakan menuai hasilnya.

Penulis, mantan Sekretaris Eksekutif  BPP KKSS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here