Pemahaman Penghormatan Atas Warisan Leluhur Nan Tigo Tungku Sajarangan yang Memuliakan

0
566
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

MEMAHAMI Budaya masyarakat Minangkabau perlu mengetahui sekurang kurangnya tiga hal yaitu; adat basandi/bersendikan sa’ra dan sa’ra bersendikan kitabullah.

Penghormatan kepada Nan Tigo Tungku Sajaranga yaitu Nini Mamak/Pemangku Adat, Cerdik Pandai dan Alim Ulama.

Ketiganya adalah Iyoi yang dilakukan urang awak sebagai bentuk ekspresi implementasi perilaku ucapan dan tindakan perbuatan dalam kehidupan berkaum/bermasyarakat.

Saya menyerap nilai-nilai budaya Minang dalam kehidupan pergaulan dengan keluarga Minang di Jakarta sejak tahun 1973.

- Advertisement -

Saya perlu menyebut nama sahabat / keluarga itu ialah Sultan Saladin, aktor pemain film.

Saya diperkenalkan dengan ibundanya Siti Sawijah, ayahandanya Baginda Ali Basah dan saudara saudaranya ; Marjoni, Aswin Alibasyah dan Riswansyah.

Lalu dengan orangtua, Prof Amura Rektor Universitas Ibnu Chaldun yang memandu saya kuliah.

Di kampus itu saya mengenal sahabat dari Solok, Payakumbuh, Lintau dan kota Padang.

Kemudian dengan Andi Mustari Pide, sumando pendiri Universitas Eka Sakti Padang bergelar Rajo Nan Sati beristrikan Herawati Tulis, anak Tulis Sutan Sati.

Dari keluarga itu saya akrab dengan Andi Takdir Mattalatti disapa Tuan Takdir, Ketua KKSS Sumbar dan Institut Lembang Sembilan Sumbar dan dosen Universitas Eka Sakti.

Seterusnya dengan Muh Jusuf Kalla, sumando beristrikan Bu Mufidah, putri H. Miaad, tokoh pemuka masyarakat Minang.

Bersamasn dengan itu menjadi dekat dengan Syahrul Ujud, mantan Walikota Padang, Ansar Miaad dan Iqbal Muaad.

Dengan Erizal Bakar disana Acip, mantan direksi Semen Padang, Tonasa dan Gersik.

Bersama HM Darmisal pendiri Fans Club SBY aktif bersama dalam pergerakan Pemenangan Pilpres pertama SBY dan JK sampai Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Bertutur dan Menulis

BETEMU Urang Minang tak habis cerita. Itu juga yang membuat saya larut bersahabat degan orang Minang yang bisa bercerita panjang dari hal-hal sederhana menjadi memikat karena kesungguhan meyakinkan apa topik yang diceritakan, hal ini sama dengan lakon seorang aktor atau aktris, pemain teater atau film.

Karena itu banyak lahir seniman penulis/ pengarang dan budayawan dari ranah Minang.

Dapat dilihat dari karya novel sastra Sengsara Membawa Nikmat, Siti Nurabaya, Salah Asuhan, Dian Tak Kunjung Padam, Tenggelamnya Kapal Van der Wik, Titian Rambut Dibelah Tujuh dan seterusnya.

Pujangga Baru itu, penutur peradaban, Marah Rusli, Abdul Muis, Tulis Sutan Sati, Sutan Takdir Alisjahbana, Buya Hamka, Asrul Sani.

Kemudian di bidang kepemimpinan kita temukan tokoh pejuang pergerakan kemerdekaan ada Natsir, Agusalim, Muh Hatta dan lain lain.

Dalam tata pemerintahan, jelas landasannya dari Adat, Sa’ra dan Kitab/ Al Quran dan Hadits Nabi.

Tigo Tungku Sejarangan adalah wujud dari suatu representasi demokrasi permufakatan atas nama dari rakyat untuk rakyat.

Beranda Inspirasi Ciliwung 15 September 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here