Orientasi Pengembangan Potensi Sumberdaya Alam Daerah

0
85

Catatan Andi Wahida Tuan Guru Sulaiman

Sebaiknya Saudagar Bugis Makassar, jika ingin membangun digeser bukan lagi fokus di perkotaan Makassar, Gowa dan Maros. Tetapi bergeser ke Barru, Parepare, Pinrang, Wajo, Soppeng, Bone, Sidenreng, Luwu dan Enrekang.

Membuat suatu terobosan pertanian, perkebunan dan perikanan dengan sistem jemput bola, memutus mata rantai globalis khususnya dengan China yang mulai merambah ke seluruh pelosok daerah.

- Advertisement -

Upayanya membuat sistem pemasaran berbasis teknologi dan umat. Memakai istilah rakyat itu biar tidak mencurigakan kaum kapitalis.

Pertambangan sebaiknya ditinggalkan saja, karena itu lebih berpotensi merusak lingkungan kehidupan.

Saudagar Bugis Makassar baiknya berkonsentrasi dan merekomendasikan untuk pengajuan pembangunan waduk dan pengairan untuk pertanian di Wajo, Bone dan Soppeng agar tidak selalu terjadi banjir setiap tahun.

Saudagar Bugis Makassar baiknya bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memasarkan produk UMKM.

Saudagar Bugis Makassar termasuk warga KKSS pada umumnya mewajibkan warganya yang berkemampuan dapat menyalurkan sedekahnya setiap bulan ke rekening PSBM dengan slogan Sipatuo Sipatokkong.

Dana sedekah itu untuk membangun pabrik di daerah dengan produk unggulannya. Petik, olah dan jual yang pernah dicetuskan oleh Gubernur Sulsel Achmad Amiruddin.

Misal dengan perkebunan coklat yang luas, produksi coklat bubuk, permen dan lain-lain. Tidak lagi diekspor bahan mentahnya terus ke Singapura kemudian diimpor dalam bentuk produk.

Toraja dengan kopi nya, bikin kopi unggulan dengan pabriknya di daerah. Siwa, Palopo dengan hasil bumi cengkehnya. Seko dengan kapasnya dan Sidrap, Wajo serta Soppeng dengan padi, Gowa dan Jeneponto dengan jagungnya.
Bone dengan gula tebunya dan Soppeng dengan gula aren, pangi dan kemirinya.

Semua itu produk keunggulan daerah yang perlu dimaksimalkan pemberdayaannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here