Opa Armynal Patiroi, Berlabuh di Negeri Sepucuk Jambi dan Sembilan Lurah

0
621
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

KE MUARO Jambi mencari gulai ikan patin, menikmati panganan udang galah, buah duku super dan dodol nanas dibawa pulang jadi oleholeh. Di masa kepemimpinan Mohammad Taha, Ketua Umum Ķerukunan Keluarga Sulawesi Selatan 1990-1995 saya sering ditugaskan ke Jambi selaku Sekretaris Pelaksana. Di saat itu HM Armynal Patiroi Daeng Maufe, SH didaulat jadi Ketua KKSS Provinsi Jambi yang pertama.

Ke Jambi saya rasakan seperti mengunjungi kampung halaman kedua setelah Soppeng Sulsel. Mengapa, suasana penerimaan kekerabatan orang Bugis dan warga Melayu tempatan begitu tulus antara lain dengan Zulkifli Nurdin Daeng Mamase, Gubernur dan Sumarnap Ketua DPRD Jambi. Terlebih khusus dengan Ketua KKSS yang begitu menyenangkan dengan pergaulan tata krama Bugis tulen penuh dengan humor paseng toriolo ( ajaran nasehat tetua Bugis ).

Pak Armynal yang kemudian disapa dengan Opa oleh anak cucunya, beliau adalah putra kelahiran tanah Wajo, pensiunan dari Pengadilan Negeri Jambi. Memilih berdomisili tetap di negeri yang disematkan dengan sebutan “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”.

Sebutan ini mengandung makna simbolik dari kata sastera, maaf saya belum medapatkan rujukan terjemahan yang dimaknakan. Saya memaknai bahwa Sepucuk itu tumbuhan hidup sebagai sumber penghidupan dan Lurah itu adalah kesatuan wilayah/ tempat bermukim menjalani kehidupan.

- Advertisement -

Di usia pensiunan dini 30 tahun, Opa menekuni bidang usaha peternakan ayam petelur yang berkembang maju dirintis sejak tahun 1970. Opa yang saya kenal bijak dan sosial, ikhlas berbagi ilmu paseng paseng leluhur Bugis dan tuntunan agama. Mengimplementasikan pesan leluhur dalam perantauan/ sompe ; Tegai lepu rilejja okotonitu yonroi paranru segereng, artinya dimana tempat berlabuh menambatkan membuang sauh / tali perahu, maka disitulah pula kehidupan dibangun. Opa juga dalam kepemimpinannya di KKSS mendelegasikan tugas-tugas organisasi kepada generasi muda sebagai kaderisasi antaranya ke M. Yunus dan HM. Bakri yang saat ini jadi Ketua KKSS dua periode berturut.

Opa saat ini 84 tahun usianya yang tetap segar pikiran dan ingatannya meskipun pisiknya mengalami keterbatasan untuk menunjang apa terus dipikirkan untuk kemaslahatan kehidupan yang berguna bagi sesama.

Sekalipun dengan keadaannya seperti itu, Opa tidak kehilangan kesadaran untuk memaknai penyematan nama dari orangtuanya HM Armynal Patiroi Dg Maufe. Patiroi, petunjuk jalan/ amanah memandu untuk kebajikan/ bestabiqul khaira. Lamaufe, yang keberuntungan dengan keluasan rezki ilmu/ paddiserngeng dan materi untuk melaksanakan amanah di atas.

Di usia yang sepuh itu, Opa mensyukuri telah mengunjungi sejumlah kota bersejarah dengan peradabannya antara lain : Kota di Arab Saudi, Yerussalem, Yunani, Mesir, Turki, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Thailand, Malaysia, Brunai dan Singapura.

Semoga orang tua kita ini tetap terjaga kesehatannya, pikiran dan kehendaknya berbuat baik bagi sesama yang membutuhkan aamiin …

Perumnas Kota Baru Jambi 12 Juni 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here