Merintis Peradaban Islam di Negeri Multi Cultural Amerika Serikat

0
518
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

MUHAMMAD Saleh Mude, putra Bugis Sidenreng saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral/PhD di University Hartford Seminary Connecticut USA.

Mengajukan proposal penelitian disertasi Muslim Indonesia di Tengah Budaya Sekuler Amerika.

Tema ini cukup menantang yang membutuhkan energi pergerakan kerja dan berpikir keras untuk mewujudkan gagasan itu.

Saya berasumsi bahwa boleh jadi tema disertasi itu yang pertama di perguruan tinggi, negeri modern super power global itu.

- Advertisement -

Pemilihan tema disertasi itu tentunya hasil dari sebuah perenungan dan kontemplasi yang tidak sekadar untuk mengejar titel/atribut akademis doktor semata.

Monumen Peradaban Pesantren

SIAPA yang menduga 25 tahun silam, seorang santri anak Bugis, Dr KH Shyamsi Ali Al Kajangi dari belahan timur Nusantara, Bulukumba, Sulawesi Selatan datang bermukim ke negeri adikuasa Amerika Serikat (USA).

Memilih sompe/merantau ke negeri yang multikultural suku bangsa dunia itu, tidak sekadar pindah tempat tinggal bermukim tetap untuk sebuah prestise sosial.

Tapi membawa amanah yang namanya nawa-nawa (cita-cita) untuk bersyiar/berdakwah dalam membangun peradaban Islam, ajaran agama yang membawa pesan untuk menciptakan pri kehidupan kedamaian dan toleransi antar umat manusia bagi kehidupan kemaslahatan alam semesta/rahmatan lil alamin.

Kemudian mewujudkannya dengan pembangunan sebuah pesantren modern pertama, Nur Inka Nusantara Madani di Conneticut City New York Amerika Serikat.

Dengan gagasan monumental KH Shamsi Ali itulah menjadi pustaka referensi untuk pengembangan Islam dengan ajaran peradabannya di Amerika Serikat khususnya.

Lebih jauh dari spirit orientasi itu, Saleh datang sebagai studen telah menjadi bagian dari inspirasi apa yang dicita- citakan dengan pendirian pesantren itu.

Melahirkan generasi santri yang berperadaban, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam keberagaman dan bertoleransi dalam menciptakan kehidupan persaudaraan antarsesama umat.

Harapannya bahwa monumen peradaban yang disimbolkan dengan pesantren itu, tidak hanya menjadi urusan Pengurus Yayasan Nusantara yang mengelolanya dan warga KKSS yang bermukim di New York City dan sekitarnya.

Pesantren itu menjadi kebanggaan bangsa Amerika dan warga Bugis Makassar Indonesia khususnya.

Pesan di awal tahun 2022 ini : Berstabiqul khaira berlomba untuk berbuat kebajikan bagi kemaslahatan dunia dan akhirat.

Barakallah fikum aamiin …

Beranda Inspirasi Ciliwung 1 Januari 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here