Menafsir Ulang Pesan Pesan Kearifan Budaya Bugis Makassar dalam Kehidupan Saat Ini

0
575
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

JUDUL itu yang dipilih sebagai topik dalam pembicaraan Tablik Budaya Saromase Talang Institute edisi ketujuh 27 April 2024 di Cafe Playmaker Jakarta.

Topik itu disampaikan oleh seniman dan budayawan Aspar Paturusi sebagai narasumber.

Mengapa penting dibicarakan ?

- Advertisement -

Dipahami bahwa pesan-pesan kearifan budaya leluhur Bugis Makassar itu mengandung nilai nilai luhur peradaban yang telah dipraktekkan oleh leluhur ribuan tahun silam dalam kehidupan berkaum / bermasyarakat.

Nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam kehidupan itu meliputi semua aspek kehidupan: demokrasi dalam tatanan pemerintahan/ perkauman ( hubungan antara raja / pemimpin dengan kaum/ rakyat ( kontrak sosial ) yang mengatur pembatasan kekuasaan pemimpin, apa yang layak dan tidak layak dilakukan dalam tatanan moral dan etika.

Demikian halnya dalam tatanan kehidupan bercocok tanam, perniagaan/ barter dan pelayaran.

Adakah Nilai yang Relevan Saat Kini ?

DARI uraian Aspar Paturusi, sang sutradara dan aktor pendiri Dewan Kesenian Makassar/ DKM dan eks Anggota Dewan Kesenian Jakarta / DKJ menawarkan renungan untuk melakukan penafsiran pengkajian untuk reaktualisasi dengan nilai yang relevan dengan masa kekinian dalam kehidupan bermarsyarakat berbangsa dan bernegara.

Empat unsur yang mutlak dimiliki bagi seorang pemimpin dalam lontara : Macca na Warani/ pintar dan berani, Malempu na Magetteng/ jujur dan tegas.

Inilah landasan utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih seseorang menjadi pemimpin dari semua tingkatan level di daerah dan hususnya di level nasional.

Dengan pemenuhan dan penghayatan empat unsur tersebut yang dimiliki oleh orang yang berintegritas, bermoral dan beramanah.

Adakah empat unsur itu menjadi referensi dalam memilih pemimpin / pejabat publik, dan pemahaman dari makna empat unsur/ Sulapa Eppa ( hubungan Manusia dengan : Pencipta, sesama Manusia, Mahluk dan Alam Raya)

Satu Tahun Tablik Budaya Saromase

TAK terasa Tablik/majelis budaya berusia satu tahun. Seperti sebuah misteri masih hadir beberapa orang yang memiliki keresahan yang mensuport lahirnya Tablik ini. Disadari untuk melahirkan Tablik seperti ini bukanlah pilihan yang menjanjikan promosi prestise dan profit capital.

Untuk itu kita perlu menyampaikan apresiasi kepada Senior dan Sahabat yang hadir dengan tulus hinggga Tablik Budaya ini bisa hadir khususnya kepada yang memberi support dan narasumber Drs. Ahmad yaitu Pawennei, M.M. Aspar Paturussi, Ir. Andi Bohar Alam, Muslim Mawi SE, Ir. Syamsu Salewangang. Prof. Jafar Hafsah, Prof. Nurhayati Rahman, Prof. Hafid Abbas, Prof. Mashadi Said, Dr. Andi Jamaro Dulung, Dr. Ulla Nurhrawaty, Andi Idhanursanty, Dr. Marwah Ibrahim, Prof. Musdah Mulia, Dra. Oelfah Syahrul Hermanto, Drg. Andi Watty Oddek, Wasimah Arland, Ir. Darwis Darlis dan Dr. Hasbulah Ismail.

Suppornya yang intensif dari Ophan Lamara, Alif we Onggang, Aprial Hasfah, Muzakkir Muannas, Ruslan Ismail Mage, Zulfikar Yunus, Darius Anwar, Fiman Syah, Murham Rami, Ilham Anwar, Andi Tenri Ajeng, Lasmy Aspar, Wiwiek Sipala dan Dessy A. Sekar Chamdi.

Berharap Chanel Tablik Budaya ini menjadi media interaksi kita bersama dalam merekatkan silaturahmi kekerabatan yang saling memuliakan ( sipakaraja, sipatuo, abbulo sibatang accera sitongka tongka, sirondo rondai nasiwali parri, mesa kada nipituo, pantang kada nipomate).

Maknanya untuk menciptakan kebersamaan / kepeduliannya antara sesama dalam kebajikan, aamiin.

Legolego Ciliwung 27 April 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here