Maksimalkan Berbuat Baik di 10 Hari Pertama Dzul Hijjah

0
100
- Advertisement -

 

Hikmah Abdul Hamid Husain

Keistimewaa 10 hari pertama Dzul Hijjah melebihi 10 hari Akhir Ramadhan. Maka perbanyak minimal 7 hal penting di bawah ini.

Rasuulullaah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الحِجَّةِ، يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ، وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ القَدْرِ

- Advertisement -

Artinya:
“Tidak ada hari-hari yang LEBIH Allaah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah; satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan Shalat malam setara dengan Shalat pada malam Lailatul Qadar”.
(Hadits Sahih Riwayah Al Imam
At Tirmidzi, 3/122)

Catatan

1. Perbanyak Puasa:

Salah satu momen penting dalam 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah hari ke-9, yaitu Hari Arafah. Puasa pada Hari Arafah memiliki keutamaan yang besar, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Hari Arafah akan menghapuskan dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang.”

Oleh karena itu, menjaga puasa pada Hari Arafah adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pengampunan dan keberkahan dari Allah.

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya:
Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat.
(Hadits Sahih Riwayah Al Imam Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qatadah)

2. Pelaksanaan Ibadah Haji;
Bulan Dzul Hijjah juga dikenal sebagai bulan ibadah Haji. Semoga yang belum haji, segera Allaah berangkatkan.
Alfaatihah.

3. Tingkatkan kualitas dan kuantitas;
Maksimalkan dan genjot Amal Ibadah di 10 hari Dzul zhijjah ini:

a. Meningkatkan kualitas Shalat, dan memperbanyak Shalat Sunnah dan Shalat berjamaah minimal berjamaah dengan keluarga seisi rumah. Jangan Shalat sendiri sendiri.

b. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, rutin setiap subuh dan malam, minimal 10 ayat setiap duduk membaca.

c. Memperbanyak dzikir serta doa.

d. Membaca istighfar (memohon ampunan) secara berulang-ulang.

e. Memperbanyak bersedekah dan berinfak.

f. Melaksanakan Qurban, usahakan tidak hanya satu ekor, tapi ber Qurban beberapa ekor di beberapa tempat.

g. Perbanyak senyum, jangan marah marah, diiringi dengan memperkokoh silaturahim dan saling memaafkan.

Sungguh, celaka orang orang yang memutuskan Silatur Rahim, karena Allaah juga akan Memutuskan perhatian dan pertolongan Nya kepada mereka yang memutuskan Silatur Rahim.
(Yang betul ucapannya “Silatur Rahim” bukan “Silatur Rahmi”. Silatur Rahmi, artinya jorok: hubungan kelamin).

Penutup, mari kita perbanyak berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasul ini:

“Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu”

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

(Allaahumma a’innaa ‘alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni ‘ibaadatiKa).

Abdul Hamid Husain, alumnus Ummul Qura University, Makkah dan King Abdulaziz University, Jeddah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here