KKSS Paguyuban Kekerabatan dan Kekeluargaan

0
308

Kolom Fiam Mustamin

PARA tokoh pendiri KKSS di tahun 1976 menekankan filosofi ber KKSS dengan tujuan dalam 4 bahasa subetnis Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja untuk saling memuliakan dan berbagi kasih dan tolong menolong.

Sipangadereng sipakaraja/Bugis, Sipangadakkang sikamaseang/Makassar, Sibali Parri Si Rodo Rondoi/Mandar dan Mesa Kada Nipotuo Mesa Kada Nipomate/ Toraja.

- Advertisement -

Generasi Sekretariat KKSS alumni Cilamaya  Cideng dalam kepemimpinan Ketua Umum Beddu Amang, mengontrakkan sebuah rumah yang berfungsi multiguna untuk penginapan dan lain-lain.

Staf Sekretariat KKSS dalam grup Cilamaya,  ikhlas berinteraksi dengan kiprah KKSS sebagai pelayan sosial bagi warga sampai pindah ke Sekretariat Jalan Panti Asuhan Jatinegara dekat rumah mertua Hasbullah (sekitar 10 tahun lamanya)

Hingga ada yang menikah, memperoleh job, melanjutkan studi dan pulang kampung untuk mengabdi.

Saya bahagia sebagai Kepala Kantor saat itu dapat bersama dengan adik-adik yunior itu.

Penuntun

UNTUK generasi KKSS saat ini, tanya tanyalah pengalamam kepada senior pendahulunya.

Jangan menempatkan paguyuban ini seperti ajang perebutan kekuasaan seperti dalam Pemilu dan Pilkada.

Mereka-mereka itu datang dari berbagai latar daerah asal dan almamater dengan kesadaran memproses diri, dengan masih minimnya akses dengan relasi warga yang sudah mapan kehidupannya dan terbuka untuk dihubungi.

Belum ada fasilitas teknologi komunikasi seperti saat ini.

Anak-anak itu tidak hanya berhenti merenungi keterbatasan dan tantangan yang dihadapinya. Mereka adalah generasi anak buyut etos kerja yang diajarkan oleh leluhur Nene Mallomo: Resopa
Temmanginngi Naletei Pammase Dewata /Allah Swt.

Charles Darwin (1809/1882) penulis pemikir Inggris mengatakan ; Bukan yang terkuat yang mampu bertahan, melainkan yang paling Adaptif.

Seperti itulah yang saya apresiasi dan menganggap mereka titipan amanah untuk  saya berada diposisi itu.

Saya bisa mengatakan bahwa generasi ini adalah generasinya penggerak yang berinovasi, punya daya kejuangan, bekerja apa adanya, tidak menuntut dan mengukur jasa apa yang dibaktikan dengan paguyuban kekeluargaan itu.

Adakah penahaman dan etos kerja itu masih ada saat ini atau telah bergeser ke hal-hal yang sifatnya fisik material kepentingan dan keuntungan langsung yang dapat diraih hasilnya.

Sebuah renungan dan evaluasi, semoga ada kemanfaatannya.

Legolego Ciliwung 3 Mei 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here