Ketua KKSS Kaltim: Jangan Sampai Kerusuhan Wamena Terulang di Penajam

0
484
Kawasan perkampungan di pelabuhan feri Penajam yang dibakar massa.

PINISI.co.id – Konflik antarwarga di Kabupaten Penajam Paser Utama, Kalimantan Timur yang meletup pada Rabu, (16/10/19) hingga tadi malam berangsur normal kembali.   

Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya hukum, serta tidak menyebarluaskan gambar atau video yang dapat memperkeruh suasana di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Himbauan ini berkenaan dengan unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Feri Penajam pada Rabu siang. Unjuk rasa tersebut menuntut diberlakukannya denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda pada 9 Oktober lalu. Sebelumnya, kelompok pengunjuk rasa di pelabuhan feri tersebut sempat merusak loket penjualan tiket perahu klotok dan speedboat, yang berujung pada penghentian operasional pelabuhan. Para pengunjuk rasa terus bertambah dan mulai melakukan aksi pembakaran. Loket tiket yang sudah dirusak tadi dibakar.

Kedatangan masyarakat menginginkan keluarga pelaku diusir dari PPU. Masyarakat Toyu mencari warga Bugis dengan maksud ingin mengusir mereka dari tanah Kalimantan. Masyarakat Toyu merasa terhina dengan adanya kejadian penikaman tersebut. Penikamnya sendiri sudah ditahan oleh polisi.

Sepasang suami istri warga Penajam, Lia dan Firdaus yang berobat ke Balikpapan urung kembali ke Penajam kendati kondisi di kota itu sudah normal. Mereka masih khawatir akan terjadi kerusuhan. ”Sebenarnya kami sudah siap menyeberang ke Penajam, tapi mendengar terjadi aksi pembakaran di Penajam, kami mengurungkan dulu sampai kondisi benar-benar normal,” kata wanita asal Sinjai ini kepada PINISI.co.id.,  Rabu malam, (16/10/19). 

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, hingga kini situasi sementara dapat teratasi. Saat ini Pangdam dan Kapolda sudah menangani kejadian tersebut.

Sementara itu Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, yang juga warga KKSS memediasi warga yang bertikai dan mengadakan deklarasi damai dengan para tokoh adat, pemuka agama, pemuda dan ormas tadi malam di Penajam.

“Warga telah melakukan perdamaian, namun rupanya ada penggerak yang berasal dari luar yang ingin membuat Penajam rusuh.  Bahkan warga KKSS mau melawan, namun kita tidak kehendaki, karena yang melakukan ini bukan warga Penajam akan tetapi orang dari luar,” kata Sofyan mengingatkan.

Sampai pagi ini Kamis, (17/10/19) Sofyan bersama warga KKSS lainnya terus memonitor kondisi terbaru. “Jangan sampai terulang nasib warga kita seperti yang menimpa Wamena,” pungkasnya. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here