Keluarga Memohon ke Presiden agar Jenazah Nurhayani Dipindahkan ke Bulukumba

0
1500
Putri almarhumah sedang menghalagi mobil yang hendak memakamkan ibunya secara protokol Covid-19.
- Advertisement -

Negatif Covid-19 tapi dikebumikan secara protokol Covid

PINISI.co.id-Keluarga almarhumah Nurhayani Abram Binti Muhammad Akil yang meninggal dunia pada Jumat 15 Mei 2020 di RS Bhayangkara Makassar sampai kini masih berjuang. Pihak keluarga sejak awal sudah meyakinkan pihak rumah sakit bahwa Nurhayani meninggal dunia bukan karena Covid-19, tapi akibat stroke. Sesuai hasil pemeriksaan medis dari RS tersebut, sebelum menghembuskan nafas terakhir, hari itu juga. Karena itu, pihak keluarga bersikeras menolak agar almarhumah tidak dikebumikan secara protokol Covid- 19.

Walau pihak keluarga bersikeras melakukan penolakan penguburan secara covid, namun pihak rumah sakit tetap melakukannya. Nurhayani akhirnya tetap dikebumikan secara protokol covid, Sabtu, 16 Mei 2020 di pekuburan khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Insiden proses penolakan keluarga korban sampai hari ini viral, ditandai dengan video perjuangan keluarga yang menolak diperlakukan secara covid.

Andi Baso Riyadi Mappasulle, suami almarhumah Nurhayani, tetap berjuang untuk membebaskan isteri yang dicintainya dari stikma Covid-19, yang memang tidak pantas diperolehnya.

- Advertisement -

Hari ini, Kamis (4/6/20), Baso memohon secara resmi kepada Ketua Tim Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, tembusan kepada Komnas HAM, Ketua DPR RI, LBH, Kapolri dan Presiden RI Joko Widodo, supaya jenazah isterinya dipindahkan ke pemakaman keluarga di Bulukumba.
“Isteri saya tidak layak berada di pemakaman covid, karena tidak kena covid. Dan dibuktikan dengan hasil swab bahwa isteri saya negatif,” sahut Baso meyakinkan.

Penuturan putri almarhumah melalui catatan kronologisnya, ibunya dibawa ke rumah sakit karena tangannya lemas, dan semakin lemas. Tiba di Rumah sakit, sakit kepala mendera yang tak kunjung reda hingga menghembuskan nafas. Hasil keterangan medis yang diperoleh pihak keluarga sebelum wafat, Nurhayani menderita stroke akibat dari pecahnya pembuluh darah.

Juga ternyata dibarengi hasil swab dari pihak rumah sakit : B/038/V/2020/Rumkit 22 Mei 2020 yang menyatakan bahwa Nurhayani Abram negatif Covid- 19. (PK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here