Kedai Terapung di Kali Ciliwung, Wisata dalam Kota

0
1060
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

ADA apa saja di kedai bantaran kali Ciliwung itu dan apa yang istimewa diantara kedai-kedai lainnya sebantaran alur kali.

Menyebut Ciliwung identik dengan nama kali yang berada di kawasan Condet Jakarta Timur.

Kawasan Condet terkenal dengan buah tanaman salak dan duku dan beberapa tanaman khas lainnya seperti kecapi, rambutan, nangka, mangga, sukun dan melinjo.

Kawasan Condet juga dikenal sebagai permukiman lelulur orang
Betawi seperti Datuk Tonggana, Merrah, Giong dan Ibrahim. Leluhur itu juga diyakini sebagai leluhur orang Bugis Makassar. Mereka dapat ditemui makamnya disekitar daerah Condet.

- Advertisement -

Dari permukiman dekat kali tercipta peradaban antarmanusia yang saling berinteraksi satu sama lain dari berbagai suku dan bangsa.

Karena itu, kawasan Condet dengan kali Ciliwung menjadi cagar budaya yang perlu dirawat kelestarian alam lingkungannya.

Warisan Leluhur Hajjah Azizah Oriza binti Haji Mualim

BUNDA Azizah adalah pewaris dan pemilik Kedai Kebon, seluas sekitar satu hektar yang diberi nama Bekulon yang artinya Barat.

Bunda menyematkan nama itu seperti yang sering didengarnya dari orangtuanya… ke Bekulon untuk menengok kebon yang berada di bantaran kali Ciliwung kampung Keramat, kelurahan Cililitan.

Belum berapa lama kedai ini dibuka oleh Camat Kramat Jati.

Bunda berdua itu yang merancang sendiri apa yang perlu dibangun dan memberi nuansa budaya Betawi.

Maka terbangunlah sejumlah gasebo/saung yang peruntukan pertemuan kapasitas 10, 50 dan 100 orang.

Gasebo ada 6 ukuran kecil, 2 ukuran besar. Bahan bangunannya dari bambu dan ikatan tali ijuk dari pohon aren.

Sementara itu sedang dibangun wahana permainan khas Betawi tempo dulu yang menjadi sarana rekreasi pengunjung.

Kuliner yang sajikan khas Betawi antara lain lontong sayur belimbing, nasi uduk, nasi ketam, semur daging dan lain-lain yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Menikmati kuliner bersama keluarga di panggung gasebo dapat mengarah dan memandang kali Ciliwung atau sebaliknya ke area taman permainan.

Sebagian dari lahan tersebut tetap terpelihara dengan pohon-pohonnya dan menambah yang sudah punah atau tua.

Akan dikembangkan pembuatan emping dari buah melinjo sebagai home industri.

Bunda Azizah menciptakan dan mengelola kedai bersama Bunda Mimi ( Maimunah ) sohibnya dari Key Tual Maluku.

Bunda berdua yang merancang / arsitek di lahan kedai yang berharap memberi ruang dan suasana refreshing / kesenangan bagi warga kota.

Beranda Rumah Betawi

BERANDA atau ruang muka rumah Betawi itu untuk menerima tamu dan kerabat dengan ornamen khas Betawi yang akan menjadi ruang multiguna untuk berbagai hajatan seperti kawinan, sunatan, maulidan. Ataupun perhelatan lainnya yang bernuansa budaya etnis Nusantara dan umum.

Kegiatan Seni Budaya, Bazar Kuliner dan Aneka Buah Segar

PADA waktunya, di kedai Kebon Bekulon dapat menjadi salah satu ikon pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan budaya dan wisata di wilayah Jakarta Timur dalam memeriahkan HUT kota Jakarta misalnya.

Ditampilkan pagelaran musik gambang kromong, tanjidor, keroncong tugu, aneka tarian, teater, pantun, pencak silat dan busana daerah Betawi.

Semua ini dapat terlaksana dengan kesertaan dukungan semua pihak, dengan Pemkot dan Dinas Pariwisata wilayah Jakarta Timur khususnya.

Ciliwung …

Dari hulu menumpang getek ke muara.

Singgah di kampung Kramat Ciliwung ujung.

Menikmati aneka makanan khas Betawi di Kedai Kebon Bekulon milik Bunda Azizah dan Bunda Mimi.

Ayo mampir Abang dan Neng.

Legolego Ciliwung 6 Februari 2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here