Karaengta Kota Baubau Peduli Kepada Warganya yang Wafat

0
1068
- Advertisement -

PINISI.co.id- Toleransi yang tinggi, itulah yang tergambarkan oleh pengurus paguyuban Karaengta Kota Baubau. Bagaimana tidak setelah mengetahui ada warganya yang meninggal dunia segenap warga dan pengurus datang melayat di rumah duka hingga ikut mengantar jenazah, Kamis (17/12/2020).

Mendengar informasi bahwa seorang warga Karaengta bernama Sumiaty Ismail Daeng Bau Binti H. Ismail Sa’ra, melalui WA grup, segenap pengurus dan warga langsung berdatangan ke rumah duka untuk melayat, berdoa, mengaji dan mengurus jenazah hingga mengantar Jenazah ke kuburan yang dipimpin langsung oleh Ketua Karaengta Kota Baubau Abdul Rahman Naba Daeng Lira.

Rahman menuturkan, kekompakan warga harus tetap dijaga baik mengurus acara suka, hajatan, sakit hingga duka seperti ini sudah menjadi program wajib Karaengta Kota Baubau, terutama garda muda.

“Karaengta sudah menjadi irama wajib karena merekalah garda terdepan untuk mengurus warga yang membutuhkan kehadirannya.,” ujar Rahman.

Garda muda Karaengta kali ini terlihat lebih kompak mengurus warga yang berduka baik warga sendiri maupun warga sekitar, dan sangat kelihatan karena mereka semua menggunakan baju persatuan warna merah, tugas utamanya mengankat jenazah hingga selesai penguburan.

- Advertisement -

*Beberapa hari sebelumnya orang tua kandung Bendahara Karaengta juga wafat, semua kami serahkan kepada Garda Muda Karaengta untuk mengurus, mengantar hingga usai penguburan.” tuttur Rahman.

Mengikuti pemakaman adalah satu dari lima hak Muslim atas Muslim yang lain. Lima hak tersebut meliputi menjawab salam, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan, mendoakan orang yang bersin, serta mengikuti pemakaman.

Menurut Rahman, anjuran menghadiri pemakaman berguna untuk menguatkan ikatan persaudaraan dan memperdalam rasa kesetiaan di antara sesama. Melalui keikutsertaan ini, dia melanjutkan, keluarga yang ditinggalkan juga akan merasa nyaman, terhibur, dan terbantu dalam menghadapi kehilangan anggota keluarga mereka dengan sabar dan ikhlas.

Lebih jauh diungkapkan bahwa menghadiri pemakaman merupakan indikasi pemahaman atas kehidupan sosial dalam semua dimensinya. Kehidupan bukan sekadar persoalan peristiwa-peristiwa yang menggembirakan dan menyenangkan.

“Namun, ia adalah juga kegembiraan dan kesedihan, kesenangan dan duka cita, kemudahan dan kesulitan, tawa dan air mata,” tutupnya.

Iksan Ismail Lawa sebagai ketua Karaengta Kota Baubau Ke-2 sekaligus adik kandung Almarhumah Daeng Bau’ sangat mengapreseasi kerjasama dan kekompakan pengurus Karaengta Kota Baubau mengurus warganya terutama mengurus kakak kandungnya yang telah meninggal dunia, hingga usai pemakaman.

“Atas nama keluarga Almarhuma kami menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak jika semasa hidupnya kakak kami pernah berbuat salah dan jika ada sangkutan utang-piutang agar kami dihubungi atau dihubungi pengurus Karaengta untuk kami ketahui dan menyelesaikannya, dan mohon doa terbaik semua pihak agar kakak kami Almarhumah mendapat tempat yang layak dialam sana.,” tutup Lawa. (A.Bilu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here