Jangan Sampai Tidak Berkurban

0
219
- Advertisement -

Oleh Abdul Hamid Husain

Jangan sampai bulan Dzul Hijjah berlalu tanpa berkurban minimal 1 ekor kambing, kalau mampu satu ekor atau beberapa ekor sapi.

Rasulullah SAW berkurban 100 ekor unta, 63 ekor disembelih sendiri dan sisanya 37 ekor disembelihkan oleh menantunya Ali Bin Abi Thaalib RA.

Karena, hampir semua ibadah berdimensi ganda; dimensi vertikal, naik langsung kepada Allah SWT, dan dimensi sosial horizontal, menyebar kebahagiaan ke sesama Manusia.

Coba perhatikan, perintah salat, selalu berdampingan dengan perintah berzakat, bersedekah, berinfak dan berkurban.

- Advertisement -

Salat, adalah ibadah berdimensi vertikal, sebagai tanda ketaatan dan Taqwa Hamba yang langsung naik ke ‘Arasy Allah SWT.

Berkurban, yang merupakan bagian dari beredekah, adalah ibadah berdimensi horizontal, sebagai tanda kepedulian sesama.

Allah SWT memerintahkan agar kita berkurban:

إِنَّاۤ أَعۡطَیۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ (2)
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ (3)

“Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak, maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurban lah sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus dari Rahmat Allah”.
(QS Al-Kautsar, surah ke 108, ayat 1-3, halaman 602).

Jangan sampai tidak berkurban bagi yang punya kemampuan.
Rasulullah SAW bersabda;

عَنْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا (رواه احمد وابن ماجه)

“Siapa yang mempunyai kemampuan, tetapi dia tidak ber Qurban, maka janganlah dia mendekati Masjid, tempat Shalat kami,” (Hadits Sahih Riwayah Al Imam Ahmad dan Ibnu Maajah).

Rasulullah SAW, orang yang dijamin masuk surga saja, berkurban
100 ekor unta, 70 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor disembelih oleh sahabat nya yang juga menantunya Ali Bin Abi Thaalib. (QS. Al-Hajj, surah ke 22, ayat 36-37, halaman 336).

Riwayat lain, dijelaskan, bahwa setelah Rasulullah SAW melaksanakan ibadah Haji, Rasulullah SAW menyembelih 63 ekor hewan kurbannya, dengan perhitungan sesuai jumlah umur Rasulullah, seekor unta untuk setiap tahun umur beliau yang meninggal di usia 63 tahun.

Rasulullah SAW berangkat dari Madinah menuju Makkah, ia membawa 100 ekor unta untuk di Qurbankan, 63 disembelih sendiri, dan sisa 37 ia minta kepada menantunya Ali Bin Abi Thaalib RA untuk menyembelihkannya.

Simpulan

Jangan lewatkan Dzul Hijjah berlalu tanpa berkurban, minimal 1 ekor kambing, kalau, mampu 1 ekor sapi untuk tiap orang.

Ibadah saling menyempurnakan kurban adalah penyempurna pahala salat, dan salat adalah penyempurna pahala Qurban.
Ini berdasarkan Firman Allah SWT ;
فصل لربك وانحر
“Fa shalli li Rabbika wanhar”.
(Maka, shalatlah karena Tuhanmu, dan ber Qurban lah”.
(QS Al Kautsar, surah ke 108, ayat 2, halaman 602).

Mengingat banyaknya fadilah ibadah berkurban, maka sangat amat dianjurkan berkurban minimal :

  • satu kambing untuk 1 orang, atau
  • satu sapi, kerbau, unta, untuk tujuh orang.

Tapi, jika mampu, berkrbanlah 1 ekor sapi atau kerbau untuk 1 orang, tidak urunan.

Waktunya: 10 Dzul hijjah 1444 H (29 Juni 2023)

Dan di hari-hari tasyriiq yaitu:

  • 11, 12 & 13 Dzul Hijjah 1444 H
    (30 Juni 2023, 1 & 2 Juli 2023).

Allah SWT Berfirman:

انا اعطينك الكوثر.
فصل لربك وانحر.

“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurban lah.
(QS. Al-Kautsar, surah ke108, ayat 1-2, halaman 602)

Ibadah Puasa: Selain ibadah kurban, sangat dianjurkan berpuasa:
a. Puasa Sunnah Dzul Hijjah, yaitu 7 (tujuh) hari.

Waktu:
Mulai tanggal 1 s/d 7 Dzul Hijjah 1444H
(20 Juni 2023 s/d 26 Juni 2023).

Rasulullah SAW bersabda :

ما من ايام العمل الصالح فيها احب الى الله من هذه الا يام يعنى ايام العشر.

“Tidaklah diantara beberapa hari amal yang soleh yang lebih disukai Allah dari hari-hari yang sepuluh hari di bulan Dzul Hijjah ini” (Hadits Sahih Riwayah Al Imam
Al Bukhari).

Amal soleh yang juga disukai Allah SWT adalah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah yaitu Puasa di awal Dzul Hijjah selama 9 hari dimulai tanggal 1 s/d 9 Dzul Hijjah.

Sedangkan di hari ke 10 Dzul Hijjah adalah Idul Adha (29 Juni 2023) haram hukumnya ber puasa, juga hari-hari Tasyriq tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah 1444 H
(30 Juni 2023, 1, 2 Juli 2023).

c. Puasa Sunnah Tarwiyah:
Tanggal 8 Dzul Hijjah 1444H (27 Juni 2023).

d. Puasa Sunnah Arafah, yaitu
tanggal 9 Dzul Hijjah 1444H
(28 Juni 2023) sangat besar pahalanya.

Rasulullah SAW berdabda;

صيام يوم عرفة احتسب على الله ان يكفر السنة التى قبله والسنة التى بعده.

“Puasa Arafah (9 Dzul Hijjah) menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.
(Hadits Sahih Riwayah Al Imam Muslim).

Sangat dianjurkan, minimal berpuasalah tanggal 8 dan 9 Dzul Hijjah yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Hari Arafah.

Mari berdoa, agar Allah SWT menganugerahkan kita kemudahan dan kemampuan untuk selalu ber Qurban dan ber puasa.

Dan Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk selalu eling mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك .

Penulis adalah alumnus King Abdulaziz University, Jeddah, Saudi Arabia dan pengasuh Alhusniyah Islamic School

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here