HM Yasin Azis: MIHRAB Summit & Expo Diharapkan Berdampak Bagi Perluasan Ekonomi Daerah

0
512
- Advertisement -

PINISI.co.id- Untuk pertama kali Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (ISMI) menggelar  MIHRAB Summit & Expo (Makassar International Trade & Business) di Claro Hotel Makassar, Selasa (4/7/23) kemarin.

Adapun perhelatan ini dibuka pada Rabu (5/7/23) ini oleh Ketua Umum ISMI Ilham Akbar Habibie dan didampingi Ketua ISMI Sulawesi Selatan Andi Yusran Paris. Sekaligus juga diluncurkan pameran UMKM yang dihadiri 85 tenant lokal dan sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Mesir, USA Uzbekistan dan Jepang.

Ketua Panitia Pelaksana H.M Yasin Azis mengatakan, pertemuan ini diharapkan membawa dampak yang signifikan bagi pelaku usaha Muslim  se Indonesia dan mancanegara.

Dalam Laporan berbahasa Inggris, Yasin menyampaikan beberapa MOU diterbitkan sebagai wujud dan komitmen pelaku pengusaha khusus dari Makassar.

“Sebagai orang Bugis Makassar, para pendahulu kita rata-rata pendidikan nya hanya sampai SD, paling top tamat SMP. Akan tetapi mereka bisa berbisnis karena didasari kejujuran dan keberanian,” ucap Yasin yang juga Ketua Umum Kerukunan Keluarga Daerah Barru ini.

- Advertisement -

Menurut Yasin, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi ancaman resesi yang diinfokan akan terjadi pada akhir 2023 hingga awal 2024.

Kepada PINISI.co.id, Yasin mengharapkan agar event ini dapat memberi dampak ekonomi bagi kemajuan dan perluasan pelaku usaha di Sulawesi Selatan.

Sementara itu Ketua ISMI Sulsel, Yusran Paris mengemukakan, khusus pameran, pihaknya memilih produk-produk andalan Sulsel sehingga produk-produk UMKM ini diharapkan bisa terekspos hingga mancanegara.

“Kita juga ada dari perbankan, Pegadaian, juga dan sebagainya. Alhamdulillah disambut baik kegiatan expo ini, semoga ke depan lebih baik lagi. Dalam event ini pula, ISMI Sulsel juga bakal membagikan 1.000 sertifikasi halal untuk UMKM,” ungkapnya.

Ilham Akbar Habibie mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat cocok dilaksanakan di Makassar. “Saya sangat senang menyaksikan penyelenggaraan ini di Makassar. Bukan secara kebetulan ini dilakukan di Makassar, karena memang benar Makassar dan orang orang disini dahulu sudah aktif dengan perdagangan dan perantauan,” ucapnya.

Lebih jauh Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan, apalagi menampilkan puluhan UMKM yang bernilai jual dan mampu bersaing.

“Produk halal bisa di industri makanan dan minuman, bisa juga fashion, dan lainnya, jadi potensinya besar sekali di Indonesia,” paparnya.

Sejumlah pengusaha Indonesia dan pengusaha dari Mesir teken MoU (Memorandum of Understanding) atau perjanjian kerja sama pada Makassar International Halal Trade and Bussiness (Mihrab) Summit & Expo Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) di Makassar.

Pengusaha asal Indonesia tersebut tergabung dalam ISMI, termasuk kerja sama antara instansi pendidikan di Indonesia yang turut menjadi bagian ISMI dengan instansi pendidikan di luar negeri.

Salah satunya ialah Haggag Import Company dari Kairo, Mesir yang dipastikan menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan Indonesia untuk memenuhi permintaan kopi Robusta. Tiga perusahaan tersebut yakni PT Kopivolusi Niwa Indonesia, PT HAPINS Indonesia dan PT Kuliner Ika Itahi Muna Ngahiji.

Chairman Haggag Import Company dari Mesir Hassan Haggag menyebut kerja sama yang terjalin terkait impor kopi robusta senilai 5 juta dolar Amerika.

“Kita juga punya potensi kerja sama untuk cengkeh dan kayu manis. Juga kerja sama sawit sebesar 10 juta dolar Amerika,” ujar Hassan Haggag.

Pada kesempatan ini, Hassan mengapresiasi giat yang digelar di Makassar sebab kehadirannya pada Mihrab Expo 2023 menjadi kesempatan pertama ia berkunjung ke Kota Makassar.

Hassan mengunjungi pula sejumlah gerai UMKM pada Mihrab Expo 2023. Di sana ia banyak bertanya terkait produk UMKM, bahkan dia menawarkan pula kerja sama.

“Kegiatan ini keren, mempertemukan saya dengan orang Indonesia dan orang Makassar yang ramah, menyenangkan dan baik hatinya,” kata dia.

“Intinya memang kita mengelola usaha secara proporsional, profesional dengan kerja sama yang baik dibarengi penguatan,” katanya.

Plt Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wahana bagi Saudagar Muslim untuk berkumpul bersama dalam mencapai satu tujuan.

“Dengan adanya ikatan ini (ISMI), semua yang punya pemikiran, dia bisa menunjang ke arah situ (peningkatan ekonomi) agar bisa bersama antara pemerintah dan saudagar memulihkan keadaan ekonomi,” kata dia.

Adapun perusahaan yang meneken MoU kerja sama di antaranya terkait wisata medis antara Kajang Plaza Medical Center, Malaysia dengan PT Siyar Tamasya Alam Indonesia.

Selanjutnya, kerja sama kolaborasi halal antara The Halal Science Center of Chulalongkorn University Thailand dengan Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, PW Muhammadiyah Sulsel dan Halalan Thoyyibah Center (HTC) Universitas Bosowa. (Fik/Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here