Hari ‘Aasyuuraa, Kesempatan Emas Meraih Ampunan Dosa Setahun

0
229
- Advertisement -

 

Hikmah Abdul Hamid Husain 

Kita saat ini berada di penghujung tahun 1445 Hijriyah, berarti, kita segera akan memulai tahun baru 1446 Hijriyah.

Bulan Dzul Hijjah, adalah bulan ke 12 di tahun Hijriyah, dan Muharram adalah bulan pertama nya.

Yang berpuasa di hari Aasyuuraa, diampuni dosa dosa ringannya selama satu tahun berlalu. ‘Aasyuuraa, adalah tanggal 10 Muharram.

- Advertisement -

1. Setiap Tahun, ada 4 bulan yang punya keistimewaan tersediri, yaitu bulan bulan “hurum”. Hurum, artinya; “kehormatan tersendiri”. Allaah SWT Berfirman Penetapan bulan-bulan Hijriah dalam Islam disandarkan pada ayat dalam Al-Qur’an. Kalender Hijriah yang saat ini kita kenal adalah sebagai realisasi dari Al-Qur’an Surat At Taubah ayat 36.
Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya:
“Sungguh, bilangan bulan bagi Allaah ada dua belas bulan. Itulah ketetapan Allaah di waktu Allaah Menciptakan Langit dan
Bumi, di antaranya ada empat bulan HURUM, bulan bulan yang sangat istimewa. Itulah ajararan Agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan bulan yang empat itu, dan perangilah kaum Musyrikin semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allaah selalu bersama orang-orang yang bertakwa.”
(QS. At Taubah, surah ke 9, ayat 36, halaman 192).

2. Keistimewaan Puasa di Hari ‘Aasyuuraa, Allaah Mengampuni dosa dosa kecilnya orang yang berpuasa selama satu tahun yang telah berlalu:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ . قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Artinya:
“Saat Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah?
Beliau menjawab; ”Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Aasyuuraa?
Nabi menjawab; ”Puasa ’Aasyuuraa akan menghapus dosa selama satu tahun yang lalu.”

3. Keistimewaan Berpuasa di Bulan Muharram;

Rasuulullaah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ.
Artinya;
“Amalan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allaah di Muharram. Dan ibadah Shalat yang paling utama setelah Shalat wajib adalah Shalat malam.”
(Hadits Sahih Riwayah Al Imam Muslim)

4. Sejarah Puasa ‘Aasyuuraa:

Awalnya, Rasuulullaah SAW selalu berpuasa ‘Aasyuuraa ketika masih berada di Makkah, dan pada saat itu, beliau tidak memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun, ketika beliau hijrah, pindah domisili ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melaksanakan puasa ‘Aasyuuraa dan memuliakan hari tersebut. Maka, Rasuulullaah pun ikut berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para Sahabat untuk melakukan Puasa ‘Aasyuuraa, yang hukumnya Wajib. Namun, setelah turun perintah puasa Ramadhan, puasa ‘Aasyuuraa, berubah menjadi Sunnah Mu’akkad, dan Ramadhan lah yang Wajib.

Sahabat dekat Rasuulullaah SAW bernana Ibnu ’Umar RA menuturkan:

أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَامَهُ وَالْمُسْلِمُونَ قَبْلَ أَنْ يُفْتَرَضَ رَمَضَانُ .
فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ;
إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.

“Sungguh, orang-orang Jahiliyah biasa melakukan puasa pada hari ’Aasyuuraa. Dan Rasuulullaah SAW pun melakukan puasa ‘Aasyuuraa sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, begitu pula kaum Muslimin saat itu. Tatkala Ramadhan diwajibkan, Rasuulullaah bersabda: “Sungguh, hari ‘Aasyuuraa, adalah hari di antara hari-hari nya Allaah. Siapa yang ingin berpuasa, silahkan berpuasa. Dan siapa yang meninggalkannya juga silahkan.”

5. Puasa ‘Aasyuuraa kita berbeda;
Sebelum Islam datang, yaitu Ummat Yahudi dan Nasrani mereka berpuasa ‘Aasyuuraa hannya 1 hari saja, yaitu hanya di tanggal 10 Muharram daja. Kita Ummat Muslim tampil beda, puasya ‘Aasyuura kita, adalah 3 hari: 9, 10 dan 11 Muharram.

Rasuulullaah SAW bersabda:

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ .
صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً.
“Puasalah pada hari ’Aasyuuraa, dan bedakan dengan ummat Yahudi. Maka, puasalah sehari sebelum 10 Muharram dan sehari sesudahnya.”

6. Di Hadits yang diriwayatkan oleh
At Thahaawi dalam kitab Ma’aanil Aatsaar, Al Imam Al Baihaqi, dan Ibnu Abbas RA Rasuulullah SAW bersabda;

خَالِفُوْا اليَهُوْدَ وَصُوْمُوْا التَّاسِعَ وَالعَاشِرَ

“Tampil bedalah dengan orang orang Yahudi. Puasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh Muharram.”

Catatan

1. Bulan Muharram, sebagai awal tahun baru Hijriyah, adalah kesempatan emas untuk melipatkandakan pahala, dan memperoleh anpunan Allaah SWT, maka jangan dibiarkan berlalu begitu saja.
2. Perbanyaklah kebaikan, ibadah amal sholeh apapun bentuknya:
– puasa,
– infak,
– membaca Al Quran minimal 10 ayat setiap hari dengan terjemahannya
– Qiyaamullaail
– bersedekah setiap hari kepada pemulung atau pekerja kebersihan minimal 1 botol air minum dan 1 bungkus nasi.
– Memperbanyak Istighfar, Shalawat dan DOA.

Penutup;
Mari kita perbanyak berdoa dengan Doa yang diajarkan oleh Rasul ini:
“Yaa Allaah bimbinglah kami untuk selalu eling mengingat Mu yaa Allaah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada Mu”
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
(Allaahumma a’innaa ‘alaa dzikriKa, wa syukriKa, wa husni ‘ibaadatiKa).

Abdul Hamid Husain, alumnus Ummul Qura University, Makkah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here