Dr. Yuting Wang, Ilmuwan China yang Menjadi Muslimah

0
824
- Advertisement -

PINISI.co.id- Dr. Yuting Wang adalah pengajar (profesor) di Departemen Kajian International, Universitas Amerika-Sharjah di Uni Emirat Arab. Yuting lahir di Cina. Awalnya mengaku tidak banyak mengetahui agama, terutama Yahudi, Kristen, dan Islam karena waktu di Cina, Yuting tidak belajar agama. Cina adalah negara Komunis.

Yuting mengaku datang dari Cina, mendarat pertama kali di Amerika, 32 hari sebelum Pembajakan Pesawat dan Pengeboman Gedung WTC dan Pentagon, Markas Tentara Amerika.
Besoknya setelah pengeboman dua simbol kebesaran Amerika itu, Yuting aktif menonton di TV dan mengamati kejadian besar itu, sambil bertanya, kenapa ada teroris? Kenapa mereka membunuh orang-orang yang tidak berdosa? Dan berbagai macam pertanyaan muncul di benaknya.

Rasa penasaran itu mendorong Yuting mengambil jurusan Sosiologi Agama di Universitas Notre Dame Indiana dan meneliti tentang dinamika umat Islam di Riverside, New York tahun 2004-2007. Ujian Doktor 2009 dan bukunya terbit 2014. Belakangan Yuting memeluk Islam atau menjadi Muslimah. Disertasinya diterbitkan menjadi buku oleh penerbit terkenal Routledge, Yuting Wang. Between Islam and the American Dream: An Immigrant Community in Post-9/11 America. New York: Routledge, 2014. xvi + 169 pages.

Alhasil Yuting menemukan umat Muslim di Amerika berasal dari lebih 60 negara. Amerika adalah mikrokosmos Islam yang unik di seluruh dunia. Mereka datang dari berbagai latar belakang negara, budaya, profesi, dan status sosial.
Mereka kadang berdebat dan bersitegang dengan dinamika beragam tapi mereka dipersatukan oleh Islam.

Menurutnya, umat Islam di Amerika menjadi musuh bersama oleh mayoritas penduduk Amerika setelah Peristiwa 11 September 2001. Pengeboman itu merugikan Islam dan umat Muslim, terutama menghambat proses adaptasi dan integrasi umat Islam dengan penduduk asli Amerika.

- Advertisement -

Pertanyaan terakhir Yuting Wang: “Apakah Muslim sudah berada di jalur Amerikanisasi?” Ini tetap menjadi pertanyaan yang sulit dan terlalu dini untuk dijawab karena masih ada beberapa masalah dan dinamika internal di kalangan Muslim Amerika, khususnya di Riverside. Wang, hal. 240-242.

Jejak umat Islam di Amerika selama dua dekade (20 tahun) terakhir mencerminkan ketahanan dan pertumbuhan, di tengah tantangan yang sedang berlangsung. Masa depan menjanjikan pertumbuhan dan pengaruh yang berkelanjutan, meskipun jalan menuju integrasi sosial dengan kebanyakan orang Amerika masih tetap penuh dengan tantangan.

Presiden Joe Biden telah mengambil langkah untuk memperbaiki prasangka masa lalu, namun perbaikan substantif masih banyak dinantikan oleh umat Muslim. Ke depan, demografi Muslim Amerika terus tumbuh dan berkembang, pengaruh mereka terhadap lanskap sosial, budaya, dan politik Amerika akan menarik untuk disaksikan dan diteliti.

Yuting Wang bisa dihubungi via email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here