Disdik Sulsel Tancap Gas Wujudkan Pernyataan Plt Gubernur Sulsel Perlunya Pembelajaran Bahasa Daerah di Sekolah

0
393
- Advertisement -

PINISI.co.id- Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tancap gas menindaklanjuti pernyataan Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman, saat menjadi Pembicara di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah(MPLS) SMA, SMK, SLB Tahun ajaran 2021-2022, Senin 12/7 yang diikuti Kadisdik Provinsi Sulsel Prof.Dr.Muhammad Jufri, S.Psi.M.Psikologi, para Kabid dan Kepsek secara virtual. Menurut Andi Sudirman Sulaeman, saat ini sulit ditemukan anak-anak yang bisa menggunakan bahasa daerahnya sendiri. “Saya tidak mau hilang itu bahasa nanti. Karena anak-anak itu sekarang banyak tak peduli dengan bahasa daerahnya,” ungkap Andi Sudirman Sulaeman.

Karena itu, Kadisdik Provinsi Sulawesi Selatan Prof.Dr.Muhammad Jufri, M.Psikologi menugaskan Kabid PLK, Bahasa dan Sastra Daerah Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Dr.H.Basri, S.Pd.M.Pd. membuka Workshop Guru Bahasa dan Sastra Daerah Tingkat SMA, SMK, SLB Kab. Bone, Tgl 26-28 Juli 2021 di Bone. Menurut Basri, ajakan dan seruan Plt.Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman, perlunya pembelajaran Bahasa Daerah di sekolah-sekolah adalah upaya pelestarian dan perawatan bahasa daerah sebagai salah satu kekuatan budaya lokal Sulawesi Selatan.

Basri menegaskan kalau pihak Disdik Sulawesi Selatan sengaja terlebih dahulu memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru Bahasa, Sastra dan Daerah di seluruh Kab. Kota di Sulawesi Selatan karena guru adalah ujung tombak pembelajaran bahasa daerah di setiap satuan pendidikan. Kalau para guru-guru bahasa daerah memahami pentingnya pembelajaran bahasa daerah baik huruf lontara maupun latin, maka tidak sulit bagi siswa-siswi memahami dan menerapkan bahasa daerah yang disesuikan dengan konten lokal Kab/Kota di Sulsel.

“ Saya berharap guru-guru bahasa daerah di tingkatan SMA, SMK, SLB di Sulawesi Selatan punya kemampuan adaptif dan inovatif terutama bagaimana pembelajaran bahasa daerah yang efektif dan menyenangkan di kelas, ” papar Basri. Selain Basri tampil sebagai pembicara di Workshop Guru Bahasa dan Sastra Daerah, juga tampil pembicara lain pakar Bahasa Daerah UNM Dr. Hj. Kembong Daeng, M.Hum.(Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here