Dari Kedai Bangopi Palu, Menggerakkan Rasa Kemanusiaan, Pesse Kita

0
365
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

SIAPA sosok pemilik kedai kopi yang dinamai Bangopi dan apa saja yang dilakukan di kafe itu.

Nama lengkapnya adalah Fatahuddin Mudjahidin, Udin sapaannya.

Dari nama itu kita bisa mengimajinasikan banyak hal dari pemikiran dan tindakan yang revolusioner.

Tapi Udin yang satu ini hanya seorang seniman sejati yang multitalenta: pelukis, teaterawan dan penari.

- Advertisement -

Juga ia seorang seniman pergerakan di bidang kebudayaan dan kesenian seperti di Dewan Kesenian Sulteng, Artis Film Indonesia/ PARFI serta Pergerakan Sosial Kemasyarakatan di Institut Lembang Sembilan dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( KKSS).

Menghilang Saat Tsunami

SEMINGGU pencarian saat bencana alam Tsunami di Palu, dan sekitarnya bulan September 2018 tak menemukan namanya Udin, kami sahabat sahabatnya sudah mengikhlaskan kepergiannya.

Dari ponselnya yang saya hubungi tetap ada sinyal dering, meskipun tak ada respon. Dari itu saya berkeyakinan bahwa sahabat ini masih ada/malampe sungekna.

Dua tahun kemudian baru saya jumpa di Palu di kedai kopinya dan menceritakan bahwa kedai kopi itu sebagai sarana silaturahmi semua komunitas yang ada di Palu termasuk dengan warga pejabat Pemda Sulteng dan Kota Palu.

Saya pun dibuatkan forum aktualisasi dan pemberdayaan potensi seni dan budaya di daerah.

Rumah Bersama KKSS

Momentum dipromosikannya RB KKSS itu hadir bersamaan dengan perhelatan piala dunia, yang kemudian Bangopi menciptakan nonton bersama/nobar.

Maka serta merta rame pengunjung di Bangopi. Sensasi nonton rame-rame yang berbeda dengan menonton sendiri. Suporter bisa berteriak teriak dan memukul tambur dalam mengekspresikan kegembiraan dengan tim favoritnya.

Di Bangopi itu pula spontan muncul prakarsa peduli dengan musibah banjir yang dialami oleh warga Kota Parepare.

Seketika itu digagas Komunitas Warga/ PWSS Fondation Pray For Pare Pare/ musibah banjir.

Rumah Bersama di kedai Bangopi itu contoh sarana dalam penciptaan kebersaman/peradaban Si Pessei/ Paccei dan Si Pasiriki dalam kehidupan masyarakat.

Salama kepada penginisiasi PWSS Fondation Pray For Parepare yaitu Ahmad Sumarling, Idhan Chalid dan Andi Azikin Sayuti.

Resopa nasibawai tinulu nammasei Dewata Seuwae

Legoego Ciliwung 21 November 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here