Coto dan Rendang di Tengah Lockdown Pesantren Darul Mukhlisin

0
300
Pendiri Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Muchlis Patahna (membelakngi lensa) tengah memberikan tausiyah di depan santrinya.

PINISI.co.id- Menjelang detik-detik Iedul Fitri Pondok Pesanten Modern Darul Mukhlisin (DMU) memberikan jamuan khusus untuk para santri. Sejumlah panganan yang memanjakan selera  telah disiapkan. Ada kuliner khas Makassar berupa coto dan buras yang tidak asing lagi. Untuk santap siang dihidangkan lontong opor yang rasanya maknyus.. Sedangkan untuk makan malam rendang Padang siap menunggu. “Kami ingin memberikan hidangan istimewa buat para santri untuk menghibur mereka, seolah hadir di tengah keluarganya”, ujar H. Muchlis Patahna, SH, MKn, Pendiri Pondok Pesantren. 

Menghibur santri? Memang santri ini layak digembirakan  hatinya. Karena kebijakan lockdown yang dilakukan pengurus pondok menyebabkan 150 orang santri dari 7 kelas tidak bisa berkumpul dengan keluarganya. Padahal, mereka seharusnya libur smester, dan Iedul Fitri pula, dan merayakan lebaran lazimnya bersama kedua orang tuanya dan para saudara. Namun, kebijakan lockdown terpaksa dilakukan untuk mencegah mereka terpapar virus corona (Covid 19).  

“Kebijakan ini diambil agar kegiatan  belajar- mengajar tidak terganggu, disamping itu kesehatan para santri lebih terjamin di pondok dari pada di luar pondok,” jelas Muchlis.

Menurut Muchlis, kebijakan lockdown yang dilakukan pondok pesantren mendapat sambutan yang baik dari orang tua santri. Para santripun ikut mendukung dan memahami situasi yang sedang terjadi. “Orang tua santri juga tidak pusing dengan aktivitas anak yang suka main gawai, sebaliknya di pondok anak mereka  mendapat banyak kegiatan positif,” terang Muchlis.

Bagi para orang tua sebenarnya tidak dibolehkan datang ke pondok, tapi kalaupun mau berkunjung dipersilahkan, hanya bisa berada di luar pagar, sementara anaknya melihat dari dalam pondok. “Kita melakukan social distancing, dan mensterilkan lingkungan agar tidak terpapar,” ungkap Muchlis.

Bagi santri yang ingin betkomunikasi dengan orang tuanya atau keluarga,pondok menyediakan wartel. Sedangkan gawai tidak diperbolehkan masuk pondok. 

Dengan konsep lockdown ini ternyata kegiatan belajar-mengajar berjalan normal di Pondok Pesantren Modern Darul Muchlisin, bahkan UAS (Ujian Akhir Sekolah) selesai 12  Mei 2020 lalu. Pasca UAS dilakukan lomba  pada saat acara buka bersama. Salah satu di antaranya yang antusias diikuti yakni cerdas cermat dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, serangkaian latihan dilakukan jelang lomba yang bakal digelar untuk merayakan malam takbiran. Santri Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin juga punya kegiatan rutin bercocok tanam dan berkebun di lahan asrama dan pondok. 

Tentu saja yang merupakan kegiatan utama di pesantren berjalan rutin dan wajib, yaitu shalat berjamaah, taraweh, dan ibadah lainnya. “In Syaa Allah, shalat Ied juga bakal diadakan,” tambah Muchlis.

Tidak hanya sampai disitu, selesai Iedul Fitri, tepatnya 2 Syawal,  Pondok Pesantren Darul Mukhlisin telah mengagendakan acara halal bihalal. Acara ini dihadiri para ustadz, santri dan pendiri. “Panitia atau pelaksananya semua para santri,” ucap Muchlis. 

Selama Ramadhan dan di tengah wabah virus corona (Covid 19) ini Pondok Pesantren Moderen Darul Mukhlisin juga melakukan bakti sosial. Di antaranya pembagian sembako untuk warga sekitar pondok sebanyak 200 kepala keluarga, dan 400 paket diserahkan kepada kepala desa. 

Semuanya, tanda kepedulian pesantren Darul Mukhlisin pada sesama dan mereka yang butuh pertolongan. [Arfendi Arif]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here