Chaidir Syam Menyelesaikan Bukunya dan Meninjau Jamaah Haji Maros di Makkah

0
319
- Advertisement -

 

PINISI.co.id- Perjuangan setengah jalan, akan menjadi sebuah pit stop. Tempat beristirahat sejenak. Merenung, mengambil energi, untuk menuntaskan setengah jalan yang belum selesai. TIMBANG-TIMBANGLAH amal kalian, sebelum kelak Allah yang menimbangnya. Seperti itu salah satu perkataan bijak dari Sayyidina Umar bin Khattab. Salah satu dari empat sahabat Rasulullah yang paling utama.

Apa yang dipesankan oleh Sayyidina Umar bin Khattab itu, maknanya sangat dalam. Selagi masih ada di dunia, coba timbang-timbang amal kita. Kira-kira sudahkah ada amalan andalan yang kelak bisa kita banggakan di hadapan Allah?.

Ibarat kapal yang sedang berlayar di samudera nan luas. Setiap saat sang nakhoda wajib melihat jalur. Bisa saja kapal sekali waktu melenceng dari rute yang telah digariskan. Entah karena tiupan angin, mungkin juga sebab hantaman ombak. Sang nakhoda harus sering-sering “merenung”. Kalau mendapati kapal menyimpang dari arah yang seharusnya, cepat-cepat melakukan koreksi. Agar selalu berada di jalan yang benar.
Tak terkecuali dengan amanah jabatan sebagai bupati. Pertanggungjawaban itu bukan hanya ada di ujung masa jabatan. Tetapi dia selalu ada, setiap saat. “Saya menulis buku ini juga sebagai satu titik perenungan. Apa saja yang sudah tercapai. Apa saja yang masih menggantung sebagai impian, tulis Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H. dalam bukunya bertajuk “ Mencintai Maros, Tanpa Batas, Catatan Tiga Tahun Memimpin Maros” yang disunting Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma. Chaidir Syam, menulis dan merampungkan bukunya dari Tanah Suci Makkah.

Di tengah jeda waktunya menjalankan ibadah Haji Besar, Chaidir Syam menuntaskan proses finishing naskah bukunya dari Makkah dan berkunjung ke jamaah Haji asal Maros yang ada di Makkah.” Alhamdulillah saya telah berkunjung dan menjenguk langsung semua jamaah Haji asal Maros di Makkah” kata Chaidir Syam, Rabu 12 Juni 2024 dari Makkah.

- Advertisement -

Perjalanan tiga tahun kepemimpinan Chaidir Syam dan Suhartina Bohari memimpin Kabupaten Maros, sengaja ditulis Chaidir Syam dari pencapaian sampai segala hal belum sempurna. Tulisan Chaidir Syam ini adalah bentuk refleksi pada perjuangan yang sudah berjalan.

Menurut Chaidir Syam, bukunya ini membentangkan lima bagian. Pada bagian Pertama, adalah cerita tentang Refleksi, Mundur untuk Maju, bercerita dalam episode awal memutuskan diri maju di Pilkada Maros, Titik-Titik Perenungan, Namanya perjuangan pasti tidak mudah, DPRD Kabupaten Maros dalam Kenangan.

Bagian Kedua, segmen cerita tentang Maros Keren, tentang Maros keren pendidikannya, Pendidikan Perkara yang Tak Bisa Ditawar, Maros keren Kesehatannya, Hadirnya Rumah Sakit Tipe D dan Pencapaian Lainnya, Maros keren Ekonominya, Maros keren Kehidupan Sosialnya, Maros Relegius, Penting urusan anak dan Perempuan, Sigap Menangani Bencana, Maros Keren Literasinya, Maros keren Pemudanya.

Bagian Ketiga, segmen Mengukur Pencapaian berisi tentang Alhamdulillah, Melampau Target, Deretan Penghargaan untuk Masyarakat Maros.

Bagian Keempat, segmen bertitel-Demi Disertasi, Meneliti tentang Maros, Hari yang Dinanti pun Tiba, Catatan Penutup: Sebuah Pidato untuk Pamit, Epilog: Masih Ada Setengah, Gaskan!

Bagian Kelima, segmen berisi testimoni kerabat kerja dan sahabat dekat dalam- Kata Mereka Tentang Saya.

Perjuangan setengah jalan, akan menjadi sebuah pit stop. Tempat beristirahat sejenak. Merenung, mengambil energi, untuk menuntaskan setengah jalan yang belum selesai. (Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here