BPP KKSS Terjunkan Relawan ke Lokasi Gempa Mamuju, Donasi yang Terkumpul Sudah 83 Juta

0
888
- Advertisement -

PINISI.co.id- Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP-KKSS) menurunkan sukarelawan ke lokasi pengungsian menyusul gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/21).

Bersama empat sukarelawan, Sufiany Nasrullah, yang dikenal sebagai sukarelawan  andal KKSS ini, tengah menunju ke lokasi pengungsian di Mamuju dan Majene, pada sore ini, Sabtu, (16/1/21) menggunakan sebuah kendaraan mobil berikut dengan logistiknya.

Selain air mineral, tim sukarelawan KKSS juga membawa susu bayi, minyak telon, minyak kayu putih, roti, mie instan, biskuit, cemilan  ringan, dan ratusan nasi bungkus.

“Semua bahan makanan kita paketkan sehingga memudahkan  pendistribusiannya,” kata Sufiany kepada PINISI.co.id.

Tak lama setelah gempa menerjang Mamuju,  Sufiany yang disapa Uphy, segera berkoordinasi dengan Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna untuk membawa bansos guna membantu para pengungsi di sejumlah titik.

- Advertisement -

Muchlis sendiri merasa prihatin atas musibah gempa bumi yang melanda Sulawesi Barat. “Yayasan Gemiliar KKSS mendonasikan Rp 25 juta kepada korban gempa, dan saat ini KKSS tengah menggalang dana tambahan dari warga KKSS,” kata Muchlis.

Menurut Muchlis, BPP KKSS telah berkoodinasi dengan KKSS Sulawesi Barat untuk membantu para korban. “Kita segera membangun posko dan dapur umum di lokasi gempa. Semoga donasi KKSS bisa meringankan beban yang tertimpa musibah,” imbuh Muchlis.   

Koordinator KKSS Peduli Bencana Sulbar Andi Indra Jakile mengemukakan KKSS membuka donasi sejak Jumat 15 Januari. Sampai pukul 16.30 Sabtu (16/1/21) donasi yang terhimpun dari warga KKSS termasuk dari Gemiliar mencapai Rp 83 juta.

Uphy menambahkan, bantuan makanan akan disalurkan ke sejumlah titik pengungsian di Majene dan Mamuju. Uphy yang berpengalaman dalam menangani kebencanaan di Aceh, Sumbawa, Banten, dan Sulawesi Tengah itu, mendapat laporan dari lokasi,  bahwa masalah yang sekarang dihadapi pengungsi di gunung, kekurangan tenda, selimut, dan makanan. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here