Berita Duka; Hasan Syahran, Pegiat Seni KKSS Telah Tiada

0
852
H. Hasan Syahran semasa hidup bersama istrinya Daeng Ngasseng.

PINISI.co.id- Mantan pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS masa kepemimpinan Prof. Dr. Beddu Amang, H. Hasan Syahran (1938-2020) telah dikebumikan di pemakaman umum Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (11/1/20).

Menurut Lasmy Aspar, Hasan Syahran meninggal di rumah sakit Mitra Kemayoran Jakarta, Jumat sore (10/1/20).    

Sejumlah kerabat keluarga dan pemuka KKSS mengantar jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya,  antara lain Wakil Ketua Umum KKSS Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, Ketua Penasehat KKSS Jakarta Utara H. Bustamin, sesepuh KKSS DKI Jakarta Andi Hasan serta Ketua Kamase Syariefuddin Soeltan.

Semasa bergiat di BPP KKSS dua periode 1991-1999, Hasan adalah Wakil Ketua Seni Budaya yang tergolong aktif dalam kegiatan-kegiatan kesenian yang dihelat KKSS. Era itu, pementasan kesenian begitu hidup khususnya yang dipertunjukkan di Taman Mini Indonesia Indah. Penonton selalu memenuhi arena TMII anjungan Sulsel, termasuk dari perwakilan negara-negara asing di Ibu Kota.

Pasalnya, setiap tahun BPP KKSS menyelenggarakan pergelaran kesenian berkat kerja sama dengan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Selama lima tahun secara bergiliran daerah-daerah di Sulsel mempertontonkan atraksi seninya di TMII, TIM dan Gedung Kesenian Jakarta. 

Almarhum kerap menjadi panitia dan motor penggeraknya, didukung oleh istrinya Daeng Ngasseng yang memang dikenal sebagai pegiat seni.

Pasangan ini mempunyai Sanggar Tamalate yang bermarkas di kediamannya,  di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Selain menyewakan perangkat pengantin, ia juga membina pemusik, penari tradisonal, seperti musik keso-keso dan orkes tauriolo. Sejumlah kadernya berhasil dalam dunia seni, sebutlah Baso Natsir yang menjadi produser film, dan artis penyanyi Dea Mirela, yang semasa kecil sering bernyanyi di berbagai acara lewat sanggarnya. Dea adalah vokalis grup musik Warna yang populer pada dekade 2000-an.

Terakhir, Hasan Syahran mementaskan sendra tari-musik dan teater yang berkisah tentang Karaeng Galesong di Gedung Kesenian Jakarta tahun 2005. Asikin, salah seorang putranya meneruskan talenta orangtuanya sebagai pemusik tradisional Sulawesi Selatan. “Bapak sudah lama sakit-sakitan, ia lebih banyak beristirahat di rumah,” kata pengurus Lembaga Seni Budaya Sulsel ini,  kepada PINISI.co.id. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here