Bepergian dengan Truk/Bus Melintas Batas Kota

0
124

Kolom Fiam Mustamin

HAJI Amin Badawi dari kota Palu mengundang makan siang dengan nasi rames/bungkus ikan tongkol di kamar hotel Sriwijaya langganannya, nikmatnya.

Kami bertiga dengan rekan John
Sayuti, wartawan sembari makan dan bercerita sekitar nikmatnya duduk bersila makan bersama. Sampai ke cerita makan bersama sopir truk dan bus yang begitu diistimewakan oleh pemilik warung.

Selain makan sepuasnya dengan cuma cuma tak berbayar juga para awak truk itu dibekali dengan rokok.

Kontan cerita ini saya respon mengingat masa-masa remaja yang sering menumpang truk dari desa Tajuncu ke kota Ujung Pandang.

Bila waktu makan tiba, menyinggahi warung langganan, dan saya menyelipkan diri bergabung dengan kru kernet truk yang sudah dikenal sebelumnya.

Mereka seolah paham bahwa anak-anak sekolah ini untuk menghemat uang sekokahnya.

Pemilik truk dan pabrik padi adalah orang terpandang dan juga sebagai pedagang di desa itu.

Demikian pula dengan sopirnya dikenal sebagai orang yang pengasih memberi tumpangan tanpa berbayar.

Hasil tani berupa beras, jagung, kacang tanah diangkut dengan mobil truk paribadinya.

Bila truk tidak mengambil penumpang, sopir itu agak santai dan menginap di warung yang menjadi langganannya.

Bila mengingat semua itu, ingin rasanya membalas budi … meskipun semua itu telah berpulang mendahului.

Mereka-mereka itu telah mengiikhlaskan budi baiknya kepada sekian banyak orang terutama anak-anak yang sedang menuntut ilmu.

Semoga budi baik mereka-mereka itu para Sopir, Kernet, Pemilik Truk dan Pemilik Warung mendapat balasan pahala dari Allah Swt. Aamiin.

Hal serupa juga saya alami dalam melintasi jalan jauh berbukit perjalanan dengan bus sehari semalam dari kampung Tajuncu ke kota Palu Sulteng.

Sepanjang perjalanan bukit-bukit itu tetlihat rumah-rumah panggung di areal lahan perkebunan dengan beraneka tenamannya serta ternak peliharaan seoerti sapi dan kambing.

Rumah tumah itu berada dekat aliran sungai dan di pinggir jalan raya.

Memilih persinggahan warung yang dekat sungai untuk mandi dan membeli aneka buah seperti durian, rambutan, langsat, mangga dan lain lain.

Itu jalur perjalanan bukit melalui Palopo, adapun perjalanan yang banyak menemukan pantai dengan jalur Mamuju, asyik sebagai jalur wisata alam.

Beranda Inspirasi Ciliwung, 2 Desember 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here